Ruwat Bumi Jadi Penutup Rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya ke-729

Yovie Wicaksono - 1 June 2022
Ruwat Bumi Jadi Penutup Rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya ke-729. Foto : (Super Radio/Hamidiah Kurnia)

SR, Surabaya – Tak terasa rangkaian kegiatan menyambut Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-729 telah usai. Kemarin, HJKS ditutup dengan Ruwat Bumi dan pagelaran wayang di Tugu Pahlawan, Selasa (31/5/2022). 

Tradisi diawali dengan kirab sesaji mengitari Jalan Tugu Pahlawan hingga ke tempat acara. Setelah itu, berlanjut dengan ujub sesaji dan puja mantra ruwat oleh sejumlah pegiat budaya.

“Dibacakan ujub sesaji ini menerangkan 44 macam sesaji yang dijabarkan satu persatu artinya dalam bahasa Jawa,” kata Ketua presidium Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI) Ki Sudiro.

Masyarakat pun nampak antusias mengikuti prosesi ini. Bahkan sejak awal, area Tugu Pahlawan tampak penuh dengan lautan manusia.

Acara makin meriah ketika tiba saatnya tumpeng nasi dan tumpeng buah dibagikan. Suasana yang sebelumnya hening seketika berubah menjadi ajang masyarakat berebut buah dan lauk yang niscaya membawa berkah.

“Ruwat ini berasal dari kata ruwet e ben ndang liwat. Jadi tiap komponennya memiliki pengharapan dan doa agar doa agar Surabaya menjadi kota yang aman, tentram, dijauhkan dari bencana dan pagebluk,” ujarnya.

Ia mengatakan, setidaknya ada 130 orang yang terlibat mensukseskan acara tersebut. “Malam ini merupakan suatu kehormatan, pada HJKS Surabaya ini MLKI didukung oleh teman-teman dari paguyuban Surabaya, perempuan bersanggul Nusantara Surabaya,” tuturnya.

Meriahnya acara turut mendapat sorotan dari Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya. 

Sub Koordinator Seni dan Budaya Disbudporapar Surabaya, Rina Wahyuni mengaku senang dan takjub pada antusias masyarakat. 

“Nggak nyangka ternyata banyak yang tertarik menikmati tradisi yang sebenarnya kalau di skala kecil itu kita masih ada,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan ini, pihaknya pun makin semangat untuk terus menggali dan melestarikan tradisi dan budaya yang sebelumnya sempat tergerus jaman.

“Sebenarnya banyak tradisi yang menarik untuk masyarakat. Jadi ke depan kami berharap ada semakin banyak kegiatan yang dilakukan untuk melestarikan budaya ini,” ucapnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.