Tarik Tambang hingga Gobak Sodor Adaptif bagi Penyandang Disabilitas
SR, Surabaya – Olahraga tradisional bukan hanya bagian dari warisan budaya, tapi juga ruang kebersamaan. Kini, semakin banyak upaya untuk mengadaptasi permainan dan olahraga tradisional agar dapat diikuti oleh penyandang disabilitas.
Tujuannya sederhana: menciptakan ruang inklusi, di mana semua orang bisa merasakan semangat kompetisi sekaligus kebersamaan tanpa batas.
Menurut Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI), olahraga tradisional memiliki nilai kebudayaan yang penting untuk dilestarikan. Dengan sedikit modifikasi, olahraga tersebut juga dapat menjadi sarana rehabilitasi fisik dan sosial bagi difabel.

Misalnya, permainan gobak sodor bisa diadaptasi dengan aturan pergerakan lebih sederhana bagi pengguna kursi roda. Begitu juga tarik tambang yang dapat dilakukan secara duduk, sehingga tetap menekankan kerja sama tim tanpa mengurangi esensi permainan.
UNESCO dalam laporannya tentang Traditional Sports and Games (2023) juga menegaskan bahwa olahraga tradisional berperan sebagai sarana inklusi sosial lintas kelompok, termasuk penyandang disabilitas. Adaptasi yang tepat membuat warisan budaya tidak hanya lestari, tetapi juga relevan dengan kehidupan masyarakat modern yang semakin beragam.
Di Indonesia sendiri, sejumlah komunitas olahraga inklusif mulai mempraktikkan hal ini dalam festival budaya maupun kegiatan sekolah luar biasa. Upaya ini menunjukkan bahwa keterbatasan fisik tidak seharusnya membatasi ruang gerak, karena esensi olahraga adalah kebersamaan, bukan sekadar kompetisi.
Olahraga tradisional yang inklusif membuktikan bahwa warisan leluhur bisa terus hidup—bahkan menjadi simbol kesetaraan. (*/dv/red)
Tags: disabilitas, gobak sodor, superradio.id, tarik tambang
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





