Ribuan Warga Nobar Film hingga Nikmati Kuliner Lawas di Tugu Pahlawan
hamparan karpet untuk pengunjung di Tugu Pahlawan. (foto:hamidiah kurnia/superradio.id)
Layar lebar untuk acara nonton bareng film perjuangan di Tugu Pahlawan, salah satu acara "Night at the Museum" peringati HJKS ke-731, Minggu (12/5/2024)
pengunjung lihat koleksi foto lawas. (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
seorang siswi mencoba berdiri menggunakan egrang ditemani ayahnya. (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
mminuman jamu sinom bagi pengunjung museum yang dahaga. (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
SR, Surabaya – Ribuan warga tumpah ruah nikmati gelaran “Night at The Museum” di Tugu Pahlawan Surabaya, Minggu (12/5/2024). Gelaran itu menjadi rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731. Ada beraneka acara dan atraksi berlangsung sejak sore hingga malam, seperti pameran foto, hingga pemutaran film Peristiwa Sepuluh Nopember di lantai satu gedung Museum.
Petugas museum, Reynal Xaviero menyebut, hingga jam 18.00 WIB tercatat sudah 1.800 warga mengunjungi Museum Sepuluh Nopember. Jumlahnya meningkat hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu. Itu karena acara yang disajikan lebih beragam dan sarana hiburan atau rekreasi lebih variatif.
Memasuki area Tugu Pahlawan, pengunjung sudah dimanjakan dengan hamparan karpet merah. Pengunjung dapat langsung duduk bercengkrama di karpet menikmati senja sambil menunggu pemutaran film perjuangan yang ditayangkan di layar lebar yang ditempatkan di sisi selatan Tugu Pahlawan.
Sebelum pemutaran film berrjudul Soera Ing Baja, pengunjung dihibur oleh pertunjukan musik membawakan lagu-lagu pop. Setelah hampir tiga jam duduk menikmati hiburan musik dan film, acara diakhiri dengan pertunjukkan ludruk, seni tradisonal Surabaya.
Tontonan alternatif lainnya pada “Night at The Museum”, pengunjung bisa menyaksikan koleksi lukisan, foto dokumen lama yang menarik, dan juga koleksi mata uang kuno di dalam Museum Tugu Pahlawan. Tidak hanya itu, di area Tugu Pahlawan juga disediakan photo booth bertema pahlawan dan juga ada tempat penyewaan kostum pahlawan.
Bagi anak-anak dan remaja yang aktif bergerak, di area Tugu Pahlawan diperkenalkan dengan egrang. Sebuah permainan tradisional yang menggunakan sepasang bambu untuk berjalan. Diperlukan keseimbangan yang baik bila ingin berdiri tegak di atas egrang. Dengan bertumpu pada egrang maka pengguna egrang akan menjadi lebih tinggi dari orang biasa.
Untuk menghilangkan penat, lapar dan dahaga, pengunjung bisa duduk santai menikmati alunan musik dan juga bisa membeli jajanan kuliner lawas: rangin, serabi, hingga aneka jamu gendong seperti sinom atau beras kencur.
Dua hari acara Night at The Museum memberikan keceriaan sekaligus edukasi bagi warga yang datang. (hk/red)
Tags: egrang, HJKS 731, Hut surabaya, night at the museum, nobar film
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





