Satu Suro dan 1 Muharram, Apa Bedanya? Ini Penjelasannya
SR, Surabaya – Menjelang pergantian Tahun Baru Islam, masyarakat Jawa juga akan memasuki malam 1 Suro. Keduanya kerap dianggap berbeda, padahal 1 Suro dan 1 Muharram pada dasarnya merujuk pada hari yang sama dalam dua sistem penanggalan yang berbeda.
Mengutip laman resmi Kementerian Agama (Kemenag.go.id), 1 Muharram merupakan hari pertama dalam kalender Hijriah yang digunakan umat Islam. Kalender Hijriah didasarkan pada peredaran bulan atau kalender kamariah, sehingga perhitungannya berbeda dengan kalender Masehi yang menggunakan peredaran matahari.
Dalam artikel yang dimuat Kemenag.go.id disebutkan bahwa kalender Hijriah didasarkan pada peredaran bulan dan memiliki jumlah hari yang lebih pendek dibandingkan kalender matahari. Selain itu, pergantian tanggal dalam kalender Hijriah dimulai saat matahari terbenam.
Sementara itu, mengutip publikasi pada laman Kampung Keluarga Berkualitas Kemendukbangga, tradisi 1 Suro berawal pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo. Saat itu, Sultan Agung memprakarsai penyatuan sistem penanggalan Saka yang berkembang di Jawa dengan kalender Hijriah yang digunakan masyarakat Muslim.
“Satu Suro adalah hari pertama dalam kalender Jawa di bulan Suro, bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah,” tulis laman Kampung Keluarga Berkualitas Kemendukbangga dalam ulasannya mengenai sejarah malam 1 Suro.
Publikasi tersebut juga menjelaskan bahwa penyatuan kalender dilakukan untuk menyesuaikan perkembangan masyarakat Jawa yang saat itu semakin banyak memeluk Islam, tanpa menghilangkan tradisi budaya yang telah berkembang sebelumnya.
Karena menggunakan sistem perhitungan bulan yang serupa, 1 Suro dan 1 Muharram selalu menandai awal tahun dalam kalender masing-masing. Namun, makna yang berkembang di masyarakat berbeda. Dalam tradisi Islam, 1 Muharram diperingati sebagai Tahun Baru Hijriah dan momentum introspeksi diri. Sementara di masyarakat Jawa, malam 1 Suro identik dengan berbagai tradisi budaya seperti tirakatan, doa bersama, dan laku spiritual.
Dengan demikian, perbedaan utama antara 1 Muharram dan 1 Suro terletak pada konteksnya. Jika 1 Muharram merupakan penanda pergantian tahun dalam kalender Islam, maka 1 Suro merupakan penanda pergantian tahun dalam kalender Jawa yang lahir dari perpaduan budaya Jawa dan tradisi Islam. (*/rri/red)
Tags: 1 muharram, berbeda, loka warta, satu suro, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





