Organisasi Kepemudaan Miliki Kontribusi untuk Kemajuan Bangsa

Yovie Wicaksono - 14 November 2020
Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dengan tema “Menciptakan Pemuda Katolik yang Unggul untuk Indonesia Maju”, Sabtu (14/11/2020). Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Dinamika lingkungan organisasi pada tingkat negara dan global yang semakin cepat dan kompleks mengisyaratkan perlunya  kontribusi para pemuda Indonesia untuk memikirkan kembali arah dan kebijakan yang adaptif dan antisipatif.

Hal tersebut disampaikan Kementerian Agama, Fachrul Razi dalam sambutannya pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Dies Natalis Pemuda Katolik yang bertemakan “Menciptakan Pemuda Katolik yang Unggul untuk Indonesia Maju”, Sabtu (14/11/2020), yang digelar secara virtual.

Fachrul mengatakan, kedepan bangsa Indonesia menghadapi berbagai tantangan strategis, antara lain potensi disharmoni kehidupan masyarakat, revitalisasi arah dan pembangunan ekonomi, permasalahan kesehatan masyarakat dunia karena wabah pandemi dan sebagainya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018 lalu menunjukkan jumlah penduduk Indonesia selama beberapa tahun mendatang akan terus meningkat. Populasi Indonesia akan mencapai 317 juta jiwa pada 2045. Bonus demografi ini puncaknya terjadi pada 2028-2030, dimana usia produktif masyarakat Indonesia mencapai 70 persen.

“Artinya bangsa Indonesia berkesempatan menjadi bangsa hebat dengan para pemuda yang cerdas, sehat, dan bermoral,” tandasnya.

Ia menambahkan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian esensial dari arus perubahan yang bersifat fundamental disegala bidang kehidupan. Mulai dari sistem pemerintahan, sistem pendidikan, organisasi publik dan swasta maupun lembaga sosial akan dihadapkan pada fenomena baru yang sangat menantang.

“Realita ini menjadikan semua pihak untuk melakukan adaptasi dengan tepat sehingga mampu meraih peluang dan menjawab tantangan secara efisien dan efektif,” ujarnya.

Senada dengan itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan pentingnya peran organisasi kepemudaan dalam mendukung suksesnya program pemerintah. Dimana pemuda diharapkan mampu membawa pengaruh positif bagi lingkungannya.

“Dengan usia 75 tahun ini, kiranya organisasi Pemuda Katolik mampu melahirkan karya-karya terbaik dalam menciptakan pemuda Indonesia yang unggul untuk Indonesia Maju yang menghargai prinsip pluralisme, Bhinneka Tunggal Ika,” tandasnya.

“Tetaplah jaya dan memegang teguh prinsip Pemuda Katolik, Pro Bono Publico, yakni berbuat untuk kebaikan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua KWI / Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo turut mengapresiasi diselenggarakannya Rapimnas tersebut.

“Saya menghargai sekali, dalam rangka menyambut 75 tahun ini Pemuda Katolik menggelar Rapimnas yang pertama. Itu artinya Pemuda Katolik sungguh-sungguh ingin merawat kebersamaan dalam organisasi kemasyarakatan Pemuda Katolik itu dan ingin mengembangkannya supaya menjadi salah satu kehadiran gereja di tengah-tengah masyarakat,” tandasnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto yang membuka Rapimnas tersebut juga meminta dukungan seluruh komponen masyarakat agar terus melakukan kerjasama dan memberikan masukan-masukan kepada pemerintah agar bisa mempercepat pemulihan kesehatan, disamping itu juga memulihkan perekonomian nasional.

“Saya mengajak kita semua untuk menjaga semangat persatuan dan kesatuan untuk kita sama-sama melawan pandemi Covid-19 dan saya percaya dengan kerjasama dan kedisiplinan masyarakat, kita bisa melewati pandemi ini secara baik,” ujarnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.