Relaksasi PSBB,  Mahfud MD: Ekonomi Tak Boleh Mati karena Covid-19

Yovie Wicaksono - 4 May 2020
Menko Polhukam Mahfud MD ketika melakukan video conference di Jakarta, Jumat (27/3/2020). Foto : (Super Radio/Niena Suartika)

SR, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, ekonomi tidak boleh macet dan mati karena adanya pandemi virus corona (Covid-19).  Oleh karena itu, Presiden mengatakan ekonomi harus bergerak tetapi tetap di dalam kerangka protokol kesehatan, dan itulah yang disebut relaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Karena di berbagai daerah (penerapan PSBB)  itu berbeda, ada yang begitu ketat orang mau bergerak ke sana tidak bisa, mau cari uang tidak bisa, mau cari ini tidak bisa, tetapi di tempat lain ada orang yang melanggar dengan begitu mudahnya. Nah, ini yang dimaksud kemudian perlu dilakukan relaksasi, relaksasi itu kemudian bukan berarti lalu melanggar protokol kesehatan,” kata Mahfud MD melalui video conference,  Senin (4/5/2020).

Terkait masalah kesehatan, Mahfud mengatakan, pemerintah tegas harus mengikuti protokol Covid-19 seperti yang ditetapkan oleh WHO. Misalnya keharusan memakai masker saat keluar rumah, cuci tangan secara rajin, menjaga jarak atau physical distancing, dan tidak berkumpul atau tidak melakukan kerumunan yang menyebabkan terjadinya kontak fisik atau kontak nafas secara dekat antara orang dengan orang.

Sementara terkait kebijakan bantuan sosial, Mahfud mengatakan bahwa Presiden meminta agar penyaluran bantuan sosial ini harus cepat dan tepat. Tetapi jika pilihannya hanya satu, cepat atau tepat, maka Presiden minta agar cepat dulu, semuanya segera diberi, soal pembukuannya nanti, administrasi mungkin karena banyak orang yang tidak punya KTP, tidak jelas rumahnya, tetapi jelas-jelas membutuhkan, cepat diberi.

“Nanti bisa di administrasi kan sendiri tanpa menjadikan kartu penduduk dan alamat yang jelas sebagai prasyarat untuk mendapatkan itu. Nah itu terutama bagi kaum miskin di perkotaan,” kata Mahfud. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.