Ponpes Mukmin Mandiri Sidoarjo Keluhkan Kelangkaan Gula Rafinasi

Yovie Wicaksono - 9 March 2021
Pengasuh Yayasan Pesantren Mukmin Mandiri Sidoarjo, Moch Zakki bersama Ketua Fraksi PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Pondok Pesantren (Ponpes) Mukmin Mandiri Sidoarjo yang berbasis agriwisata dan agribisnis, mengeluhkan kelangkaan gula rafinasi kepada Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Selasa (9/3/2021).

Pengasuh Yayasan Pesantren Mukmin Mandiri Sidoarjo, Moch Zakki mengatakan, gula rafinasi merupakan salah satu bahan baku pembuatan produk kopi yang sedang di kembangkannya. Untuk itu, pihaknya berharap Pemerintah Jawa Timur menyiapkan regulasi kuota gula rafinasi untuk menumbuhkan usaha dan industri makanan maupun minuman.

“Kebetulan hari ini ada sedikit masalah terkait Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 3 Tahun 2021 (tentang Jaminan Ketersediaan Bahan Baku Industri Gula dalam rangka Pemenuhan Kebutuhan Gula Nasional, red). Ada sesuatu yang harus kita luruskan bersama, kita kaji bersama sehingga gula rafinasi harus ada di Jawa Timur karena ada pabrik gula yang banyak disini, sementara ini gula rafinasi hilang dan tidak ada di Jawa Timur,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno mengatakan, akan meneruskan ke Komisi B DPRD Jawa Timur agar menyampaikan hal tersebut kepada dinas terkait.

“Karena Pondok Pesantren ini menjadi salah satu contoh Pondok Pesantren Entrepreneur, maka kita akan advokasi ke Komisi B yang membidangi dan kami minta untuk mengundang Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk menyampaikan fakta lapangan ini,” ujar Untari.

Selain itu, Untari juga akan meminta Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menindaklanjuti ini. “Kemudian kita secara aktif akan meminta pada Ibu Gubernur agar kemudian mengadvokasi juga kepada Menteri Industri dan Perdagangan kalau pabrik gula di Jawa Timur banyak, tapi kenapa kemudian di Jawa Timur tidak ada gula rafinasi,” kata anggota Komisi E DPRD Jatim ini.

“Kita akan koordinasikan dan konsolidasikan serta advokasi supaya gula ravinasi ini kembali ada di Jawa Timur,” imbuhnya.

Sekedar informasi, Pondok Pesantren Mukmin Mandiri tidak hanya mengajarkan ilmu agama saja. Melainkan juga mengajarkan dan mengembangkan bakat minat para santri di bidang enterpreneurship.

Kopi robusta produksi Pondok Pesantren Mukmin Mandiri bermerk Kopi Mahkota Raja yang dikembangkan pun telah berhasil diekspor kesejumlah negara diantaranya, Melbourne Australia, Dubai, dan China sejak 2013 lalu.

Para santri dilibatkan dalam proses peengolahan kopi mulai dari penanaman bibit kopi, pengolahan biji kering, hingga menjadi roster (bubuk). Kemudian para santri juga melakukan kegiatan pengemasan hingga distribusi produk kopi hingga ada di pasaran. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.