Polres Gresik Amankan 14 Motor Tangki Modifikasi Timbun Pertalite

Rudy Hartono - 11 October 2026
Jajaran Satreskrim Polres Gresik memantau ketersediaan stok BBM bersubsidi di beberapa SPBU dan mengamankan 14 orang terduga penimbun BBM bersubsidi, Jumat (9/10/2026).

SR, Gresik – Satreskrim Polres Gresik merespons cepat keluhan dan aduan masyarakat terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di wilayah Gresik.

Selain mengecek ketersediaan stok di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), polisi mengamankan 14 orang yang diduga melakukan penyalahgunaan BBM bersubsidi dengan modus mengangkut Pertalite menggunakan motor bertangki modifikasi.

Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Mohammad Prasetyo, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM bersubsidi tetap aman serta menindaklanjuti keluhan masyarakat yang masuk melalui media sosial dan layanan pengaduan Lapor Cak Rama.

“Jajaran Satreskrim Polres Gresik langsung melakukan pengecekan di sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Gresik. Tiga SPBU yang telah dicek yakni SPBU Petrokimia di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, SPBU Sentolang di Jalan Veteran, serta SPBU Veteran di wilayah Kebomas,” kata Prasetyo, dalam rilis Humas Polres Gresik, Jumat (9/10/2026).

Dari hasil inspeksi di lapangan, petugas menemukan adanya keterbatasan stok hingga kehabisan Pertalite dan Solar di beberapa titik.

Berdasarkan keterangan pengawas SPBU, kondisi tersebut dipicu oleh adanya perubahan jalur pengiriman pasokan BBM yang sebelumnya mengambil dari Depo Surabaya berpindah ke Depo Tuban.

Dikelola Warung Kelontong

Di samping memantau pasokan, Polsek Kebomas bersama jajaran Polres Gresik menindak penimbunan Pertalite yang berpotensi mengganggu distribusi BBM kepada masyarakat umum.

“Selain mengecek ketersediaan BBM, Polres Gresik juga menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan Pertalite bersubsidi, yang berpotensi memengaruhi distribusi BBM kepada masyarakat. Polsek Kebomas mengamankan 14 orang beserta 14 kendaraan yang diduga digunakan untuk mengangkut Pertalite dengan tangki motor yang telah dimodifikasi,” imbuhnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, belasan terduga pelaku membeli Pertalite dalam jumlah banyak menggunakan kendaraan motor yang tangkinya telah dimodifikasi.

Pertalite tersebut kemudian dipindahkan ke jeriken, lalu dikemas ke dalam botol untuk dijual kembali di toko/warung kelontong mereka masing-masing dengan harga Rp12.000 per liter.

“Berdasarkan keterangan awal, BBM tersebut dibeli menggunakan motor bertangki modifikasi. Selanjutnya, Pertalite dipindah ke jeriken, kemudian ke botol untuk dijual kembali di warung kelontong milik masing-masing dengan harga Rp12.000 per liter,” katanya.

Menanggapi temuan ini, Unit Pidsus Satreskrim Polres Gresik mendatangi Polsek Kebomas untuk memberikan pembinaan dan imbauan kepada 14 orang tersebut agar tidak mengulangi perbuatannya.

Para pelaku diminta membuat surat pernyataan, dilakukan pendataan kendaraan, serta diwajibkan mengembalikan kondisi tangki sepeda motor ke bentuk standar pabrikan sebelum kendaraan diizinkan untuk dibawa pulang.

Polisi menegaskan pengawasan dan pemeriksaan bertahap akan terus dilanjutkan ke SPBU lain di seluruh wilayah Kabupaten Gresik guna mencegah gangguan keandalan distribusi BBM bersubsidi.

“Masyarakat yang menemukan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, gangguan distribusi, maupun potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat diimbau melapor kepada Polres Gresik. Laporan disampaikan melalui layanan Lapor Cak Rama Kapolres Gresik 081188002006 maupun Call Center 110 yang dapat dihubungi masyarakat untuk menyampaikan pengaduan dan meminta bantuan Kepolisian,” katanya. (*/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.