Pertalite Langka di Malang, Ini Penjelasan Pertamina

Rudy Hartono - 10 October 2026
Antrean panjang yang terjadi di SPBU yang berada di Jalan Mayjen Sungkono Kota Malang, Jawa Timur pada Jumat (9/10/2026).

SR, Malang – Pemandangan antrean panjang kendaraan roda dua memburu BBM jenis Pertalite menghiasi sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (9/10/2026).

Penumpukan antrean pemotor tampak membeludak di SPBU Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Bandung, hingga Kawasan Embong Brantas, Kota Malang, Jawa Timur.

Kondisi dinamis ini terjadi akibat adanya penyesuaian pola distribusi BBM dari Surabaya ke Malang yang dilakukan secara bertahap demi menjaga ketersediaan pasokan.

Sulitnya mendapatkan Pertalite tanpa mengantre panjang membuat sebagian masyarakat terpaksa beralih membeli BBM eceran di pinggir jalan.

Pengalaman itu dirasakan langsung oleh Bob Bimantara (29), warga Polehan, Kota Malang, Jawa Timur yang terpaksa membeli eceran di Toko Madura sejak Selasa (6/10/2026).

“Sejak Selasa itu saya cari Pertalite. Setiap mau ke SPBU selalu mengantre. Dari pada bensin saya habis, akhirnya saya beli eceran di Toko Madura,” ucap Bob Bimantara, Jumat (9/10/2026).

“Pokoknya waktu saya lihat antre, saya langsung bablas saja cari eceran. Saya baru bisa beli di SPBU Kamis (8/10/2026) kemarin di Embong Brantas. Saat itu antrean gak begitu panjang. Jadi saya langsung saja beli full tank,” ungkapnya.

Penumpukan kendaraan dipicu oleh penataan pola pengiriman pasokan dari Surabaya menuju Malang yang disesuaikan dengan operasional lapangan.

Tercatat rata-rata konsumsi harian BBM masyarakat di wilayah Malang mencapai angka 720 kiloliter sepanjang September 2026.

“Kebutuhan BBM masyarakat di Malang menjadi perhatian kami dalam mengatur pola pengiriman dan menjaga kelancaran pasokan,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, Jumat (9/10/2026).

Pengiriman BBM dari Surabaya dijadwalkan dalam tiga ritase pada Kamis (8/10/2026), yakni pukul 01.00 WIB, 07.00 WIB, dan 13.00 WIB untuk mengangkut Pertamax, Pertalite, serta Biosolar.

Guna mengantisipasi lonjakan permintaan akhir pekan, Pertamina menambah frekuensi pasokan menjadi empat kali pengiriman.

Pertamina juga mengoperasikan Fuel Terminal (FT) Malang selama 24 jam penuh demi mempercepat penyaluran ke seluruh SPBU.

Evaluasi berkala terus dijalankan agar kelancaran pasokan di SPBU tetap terjaga dengan baik.

“Tentu kami mengimbau masyarakat menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan dan mengakses kanal resmi perusahaan untuk mendapatkan informasi yang terverifikasi,” ujar Ahad Rahedi. (*/red)

 

 

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.