Investasi Surabaya Tumbuh Positif Tembus Rp23,6 Triliun

Rudy Hartono - 10 October 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

SR, Surabaya  – Pemerintah Kota Surabaya mencatatkan pertumbuhan positif investasi yang tercatat pada semester I 2026, mencapai Rp23,608 triliun atau sekitar 53 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp44,26 triliun.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Kota Surabaya, Jumat (9/10/2026), mengatakan capaian tersebut menunjukkan aktivitas investasi di Surabaya terus bergerak positif.

“Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surabaya, realisasi investasi berasal dari penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN),” katanya.

Ia mengatakan, realisasi investasi hingga semester I 2026 telah melampaui separuh dari target yang ditetapkan.

“Untuk investasi dari target Rp44,26 triliun (2026), kita sudah lebih dari 50 persen di triwulan II,” kata dia.

Wali Kota Eri mengatakan, Pemkot Surabaya terus memperkuat kemudahan pelayanan bagi pelaku usaha melalui pemanfaatan teknologi. Salah satu langkah yang dilakukan, yakni menerapkan sistem integrasi berbasis kecerdasan buatan (AI) serta menghadirkan Klinik Investasi.

“Sistem kami memungkinkan pemantauan real-time dari ruang kerja, berapa izin yang masuk dan selesai, semua terpantau. Kami juga menyediakan Klinik Investasi yang mendampingi investor, mulai dari perhitungan break even point (BEP) hingga estimasi lama pembangunan,” ujarnya.

Pihaknya menargetkan realisasi investasi Surabaya sepanjang 2026 dapat mencapai sekitar Rp44 triliun. Target tersebut terus meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp30 triliun hingga Rp40 triliun.

“Tentunya inovasi-inovasi yang kami lakukan akan menunjang target investasi yang ditetapkan tahun ini,” ujarnya.

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ini menilai, investasi tidak hanya dilihat dari besarnya modal yang masuk.

“Ketika investasi masuk, ada pergerakan ekonomi. Mereka membutuhkan pekerja, pekerjanya dari warga Surabaya. Mereka membutuhkan makanan untuk pekerjanya, maka UMKM Surabaya juga ikut bergerak,” ujarnya.

Kepala DPMPTSP Kota Surabaya Lasidi mengatakan realisasi investasi hingga semester I 2026 telah melampaui target yang ditetapkan dimana realisasi semester I 2026 sudah mencapai sekitar Rp23,608 triliun.

“Target realisasi investasi semester I 2026 sebesar Rp22 triliun, sehingga realisasi investasi tahun 2026 sampai dengan semester I sudah melebihi target,” ujar Lasidi.

Berdasarkan data DPMPTSP Surabaya, nilai investasi tersebut berasal dari 68.840 proyek yang tersebar di berbagai sektor usaha. Capaian ini meningkat 6,06 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

“Pada semester I 2025, realisasi investasi Surabaya tercatat sebesar Rp22,177 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi Rp23,608 triliun pada semester I 2026,” tutur Lasidi.

Dari sisi sektor usaha, kata dia, bidang usaha lainnya menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp7,869 triliun dari 28.186 proyek. Sektor perdagangan dan reparasi menyusul dengan investasi Rp3,665 triliun dari 30.255 proyek.

Berikutnya, sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi mencatat investasi Rp3,219 triliun dari 1.085 proyek. Sektor jasa lainnya membukukan investasi Rp3,116 triliun melalui 8.651 proyek.

“Sektor pertambangan mencatat investasi Rp2,929 triliun dari 75 proyek. Sementara sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran mencapai Rp2,806 triliun dari 588 proyek,” katanya. (*/ant/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.