MATRA Surabaya Kukuhkan Komitmen Pelestarian Budaya Nusantara

Rudy Hartono - 10 October 2026
Ketua DPD MATRA Kota Surabaya Eko Suwono kibarkan komitmen pelestarian budaya usai pelantikan di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Surabaya, Sabtu (10/10/2026). (foto: vico wildan/superradio.id)

SR, Surabaya — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) Kota Surabaya masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan dan dilantik pada Sabtu (10/10/2026).

Pengukuhan ini berlandaskan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) MATRA Jawa Timur Nomor 21/AR SK DPD GAR DPW Matra Jawa Timur L 9WI/AR 2026 tentang Susunan Personalia Kepengurusan DPD MATRA Kota Surabaya. DPD MATRA Kota Surabaya diketua Eko Suwono, S.Pd.

Prosesi pelantikan berjalan khidmat saat Ketua DPW MATRA Jawa Timur, Kanjeng Pangeran Panji Sri Soeputro Jowo Ujaciptunagoro, memimpin pengukuhan serta pembacaan tujuh poin ikrar DPD MATRA Kota Surabaya.

Seluruh pengurus baru mengikrarkan janji untuk membela dan mempertahankan Pancasila, UUD 1945, serta NKRI, menjaga toleransi beragama, melestarikan adat budaya, serta menjadi garda terdepan dalam menyebarkan perdamaian antarbudaya se-Nusantara.

Pengukuhan tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara dan pakta integritas sebagai bentuk komitmen serta loyalitas penuh terhadap pedoman organisasi.

Dalam sambutannya usai pengukuhan, Ketua DPW MATRA Jawa Timur, menegaskan secara terbuka posisi independen organisasi dari panggung politik praktis. Beliau mewanti-wanti seluruh pengurus agar marwah adat tidak terkooptasi kepentingan partisan.

“Saya tekankan bahwa MATRA itu bukan urusan politik. Jangan sampai orang budaya ada downgrade malah ke politik dan saya pastikan insyaAllah selama saya ketua MATRA Jawa Timur, saya pastikan enggak akan pernah ada urusan politik untuk masuk wilayah Matra Jawa Timur,” tegasnya

Dalam pengukuhan DPD MATRA Kota Surabaya dihadiri oleh pimpinan wilayah MATRA, para pejabat pemerintah, tokoh masyarakat dan adat, serta perwakilan instansi militer seperti Wakil Komandan Koramil Bubutan Kapten (Inf)  Sukwano mewakili Dandim Surabaya dan perwakilan Pasmar 2 Marinir TNI AL yang mewakili Kolonel Marinir Surya MDR.

Pengurus DPD MATRA Kota Surabaya foto bersama Ketua DPW MATRA Jawa Timur, Kanjeng Pangeran Panji Sri Soeputro Jowo Ujaciptunagoro, di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Surabaya, Sabtu (10/10/2026). (foto: vico wildan/superradio.id)

Edukasi Miskonsepsi Publik

Lebih jauh, Ketua DPW MATRA Jatim mengajak para pengurus dan masyarakat untuk memahami hakikat sejati seorang budayawan serta meluruskan miskonsepsi literasi tradisi yang sering kali disalahartikan sebagai klenik atau mistisisme.

“Kita ini bukan manusia. Kita ini makhluk spiritual yang belajar jadi manusia. Jangan kebalik, kita manusia belajar spiritual,”paparnya.

Soeputro menekankan pentingnya mengedukasi publik secara rasionil dan akademis.”Monggo diluruskan lagi niatnya di MATRA. Harus bisa jelaskan apa itu beskap, apa itu cokbakal, apa itu kuncung, apa itu tumpeng. Harus bisa jelaskan sebagai orang budaya,” ujarnya.

Di samping meluruskan literasi, pimpinan MATRA Jawa Timur ini menyoroti pentingnya kebersihan hati dan rasa bangga atas akar peradaban Nusantara dibanding budaya asing. Beliau memaparkan empat nilai utama yang wajib diresapi oleh seluruh kader kebudayaan.

“Di hatinya enggak boleh ada iri, enggak boleh ada benci, enggak boleh ada gengsi, dan enggak boleh ada dendam kepada siapapun,” ujar Soeputro

“Artinya kecintaan jenengan terhadap budaya adat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia itu yang membuat saya harus belajar tentang budaya dan kita enggak harus bangga tentang budaya asing,” tambahnya.

Ketua DPW MATRA Jawa Timur, Kanjeng Pangeran Panji Sri Soeputro Jowo Ujaciptunagoro (kiri) membacakan surat keputusan pengurus DPD MATRA Kota Surabaya di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Surabaya, Sabtu (10/10/2026). (foto: vico wildan/superradio.id)

Gerakan Kesadaran Kolektif

Sementara itu, Ketua DPD MATRA Kota Surabaya terpilih, Eko Suwono, S.Pd., membeberkan langkah strategis awal yang akan dijalankan oleh jajaran pengurus di tingkat Kota Pahlawan. Fokus utama kepengurusannya adalah membangun kembali kesadaran kolektif warga kota terhadap tradisi lokal.

“Langkah awal kita akan melakukan satu gerakan kesadaran di mana gerakan sadar ini sadar diri. Kalau tidak sadar kan tidak bergerak,” ungkap Eko

Beliau menambahkan, “Dengan terbentuknya MATRA Surabaya ini kita berusaha akan menjadikan kepengurusan MATRA bisa bersinergi dengan program pemerintah Kota Surabaya yaitu di bawah sub yang disebut Ora Par,” paparnya.

Sebagai seorang pendidik, Eko Suwono juga menggarisbawahi krusialnya kolaborasi dengan sektor pendidikan untuk mengembalikan pengajaran nilai-nilai etika serta adab di kalangan pelajar.

“Perlu kita bersinergi dengan Dinas Pendidikan dan juga dinas-dinas yang lain. Harapannya budaya ini di dalam mata pelajaran bisa dimaksimalkan dan juga nantinya berpengaruh kepada generasi muda khususnya tentang budi pekerti, kemudian tentang adab, dan juga tentang tatanan kehidupan,” terang Eko Suwono. Menurutnya, pembentukan karakter dan sopan santun anak muda tersebut sangat penting guna “mendukung Negara Republik Indonesia ini menjadi Indonesia Emas”

Pengukuhan pengurus DPD MATRA Kota Surabaya ini menjadi bagian dari target besar DPW MATRA Jawa Timur untuk membentuk jejaring kepengurusan di seluruh 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Kehadiran organisasi di tingkat daerah ditujukan untuk merawat keberagaman suku lokal,seperti Osing, Madura, Samin, Tengger, hingga Kalang serta menjaga peninggalan bersejarah.

“Setiap kota itu kan ada beberapa sejarah yang beda-beda… kayak ada penemuan arca atau punden-punden itu harus dijaga, harus dilestarikan. Jadi enggak sembarangan untuk kita menemukan terus dibiarin gitu aja. Harus dijaga dan enggak boleh dirusak,” terang Ketua DPW MATRA Jatim.

Seluruh rangkaian acara diawali dengan tarian tradisional persembahan siswa SD Negeri Tembok Dukuh Surabaya dan ditutup khidmat dengan doa serta pemotongan tumpeng. Pengurus secara khusus mengirimkan doa Al-Fatihah bagi pahlawan nasional Dr. Soetomo, cikal bakal pendiri Ujung Galuh/Surabaya, serta kedamaian alam semesta Nusantara. Dengan selesainya prosesi pengukuhan dan penandatanganan pakta integritas ini, DPD MATRA Kota Surabaya resmi memulai masa pengabdiannya periode 2026–2031 untuk nguri-nguri budaya di Kota Pahlawan.(js/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.