Bupati Mojokerto Evaluasi SPPG Imbas Siswa Keracunan MBG
SR, Mojokerto – Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengevaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mojokerto setelah puluhan siswa SMP Negeri 1 Mojoanyar diduga mengalami keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinasi tersebut dilakukan agar SPPG di Kabupaten Mojokerto menjalankan operasional sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah. ”Nanti kami akan evaluasi untuk ke depannya dan berkoordinasi dengan BGN. Kami sifatnya memberikan informasi dan koordinasi dengan BGN,” kata sosok yang akrab disapa Gus Barra itu saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan, Kamis (8/10/2026).
Berdasarkan informasi sementara yang diterimanya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, SPPG Jabon Mojoanyar yang menyuplai MBG untuk SMP Negeri 1 Mojoanyar telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Namun, pemeriksaan awal Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto menemukan adanya prosedur yang tidak sepenuhnya dijalankan sesuai ketentuan.
Salah satu hal yang diperiksa berkaitan dengan waktu memasak. Proses memasak yang semula dijadwalkan mulai pukul 02.00 WIB ternyata dimulai lebih awal, yakni pukul 01.00 WIB. Selain itu, salah satu menu yang disajikan kepada siswa saat itu adalah acar.
Puluhan siswa SMP Negeri 1 Mojoanyar diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap MBG pada Selasa (6/10/2026). Menu yang disajikan saat itu terdiri dari nasi putih, sate ayam, selada, saus kacang, acar wortel dan timun, serta anggur muscat.
Sebagian siswa mulai menunjukkan gejala pada Selasa sore. Jumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan mencapai puncaknya pada Rabu (7/10/2026).
”Ada menu acarnya. Untuk acar memiliki sifat tinggi asam yang bisa mengakibatkan iritasi lambung khususnya yang sudah mempunyai gastritis. Termasuk jika siswa mempunyai kebiasaan tidak sarapan dari rumah ketika pagi,” kata Gus Barra.
Gus Barra meminta SPPG di Kabupaten Mojokerto mengikuti standar yang telah ditetapkan pemerintah, termasuk berkonsultasi dengan ahli gizi dalam menentukan menu makanan. ”Dan berkonsultasi dengan ahli gizi yang ada terkait menu makanan yang tidak berisiko pada lambung. Sebab kondisi anak berbeda-beda,” ujar Gus Barra.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa informasi tersebut masih bersifat sementara. Ia tidak menyimpulkan bahwa acar menjadi penyebab gangguan kesehatan yang dialami puluhan siswa SMP Negeri 1 Mojoanyar.
Setelah muncul dugaan keracunan MBG tersebut, operasional SPPG Jabon Mojoanyar selaku pemasok makanan untuk sekolah itu dihentikan sementara. SPPG tersebut menyuplai 2.919 porsi MBG untuk 15 lembaga pendidikan di Kecamatan Mojoanyar.
Dari jumlah itu, sebanyak 702 porsi dialokasikan untuk SMP Negeri 1 Mojoanyar. Dalam operasional hariannya, SPPG Jabon Mojoanyar memasak MBG dalam dua batch. Makanan untuk SMP Negeri 1 Mojoanyar dimasak pada batch kedua, yang juga memasok MBG untuk SMP Negeri 2 Mojoanyar. (*/red)
Tags: evaluasi, gus barra, keracunan, mojokerto, siswa smp, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





