Pemprov Jatim Buka Call Center Virus Corona

Yovie Wicaksono - 5 March 2020
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Foto : (Humas Pemprov Jatim)

SR, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan Pemprov Jatim melalui Dinas Kesehatan akhirnya menyediakan call center layanan kesehatan dan konsultasi virus korona (COVID-19) yang diberi nama Cacak Jatim (cangkrukan kesehatan). 

Layanan call center ini dibuka di dua saluran, yakni di nomor 031-8430313 untuk layanan di hari aktif dan jam kerja, dan di nomor 0813-3436-7800 yang juga aktif di hari libur selama 24 jam.

Khofifah mengatakan, layanan call center ini akan menjadi sarana tanya jawab bagi masyarakat yang butuh informasi dan konsultasi soal penanganan virus corona.

Sewaktu-waktu masyarakat bisa mendapat informasi sarana pelayanan medis, baik jaringan rumah sakit yang bisa melayani indikasi suspect corona, tempat penyedia masker, dan informasi lain yang dibutuhkan. 

“Ini supaya masyarakat bisa terang dan tenang. Bisa dapat informasi dan konsultasi fasilitas kesehatan atau rumah sakit tujuan ketika mengalami gejala corona,” katanya, Rabu (4/3/2020).

Operator dari Dinas Kesehatan Provinsi Jatim yang akan siaga di seberang call center untuk menjawab semua pertanyaan masyarakat dan memberi layanan informasi yang mereka butuhkan.

“Kami berjejaring dengan 44 rumah sakit yang kami tetapkan sebagai rumah sakit rujukan pertama dan kami siapkan untuk menerima warga Jatim jika mengalami gejala virus corona,” kata Khofifah.

Sebanyak 44 rumah sakit rujukan pertama ini tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Rumah sakit rujukan pertama itu adalah rumah sakit yang sudah memenuhi empat kriteria. Pertama rumah sakit itu adalah rumah sakit tipe B, punya ruang isolasi, punya dokter spesialis paru, dan punya dokter radiologi.

Dengan empat kriteria itu RS mampu menentukan pasien mengarah COVID-19 atau tidak. 

“Jika mengarah ke COVID-19, maka pasien akan diarahkan untuk dirujuk ke 3 rumah sakit rujukan utama, yaitu RSUD Dr Soetomo Surabaya, RSUD Dr Soedono Madiun, dan RSUD Saiful Anwar Malang. Mana yang terdekat dari pasien,” ujarnya.

Fungsi call center ini, menurut Khofifah, penting bagi masyarakat. Supaya mereka bisa mendapat pengarahan tentang apa yang harus dilakukan dan kemana mereka harus menuju ketika mengalami gejala-gejala mirip gejala COVID-19.

“Saya mohon masyarakat Jawa Timur tetap tenang. Kami lakukan koordinasi yang sangat komprehensif, vertikal dan horizontal. Jangan panik, termasuk dengan melakukan aksi borong atau panic buying. Semoga semua warga Jatim sehat,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.