Pemkot Tak Sewakan Brandgang, Armuji: Jika Ada Bangunan, Bongkar!

Yovie Wicaksono - 1 April 2022

SR, Surabaya – Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mendatangi bangunan distributor LPG milik PT Betjik Djojo di Jalan Kapasan pada Kamis (31/3/2022), yang jelas-jelas melanggar Perda 13 Tahun 2010, yang menyebutkan brandgang tidak boleh disewakan apalagi gang-gang yang ada nama jalannya.

Brandgang sendiri biasanya dikenal juga sebagai jalan setapak atau gang yang biasa terdapat di bagian samping dan belakang rumah, sekaligus menjadi pemisah antara rumah satu, menjadi saluran limpasan air hujan dari rumah dan yang lainnya.

Armuji pun memerintahkan kepada pemilik bangunan untuk mematuhi peraturan daerah dan membongkar bangunan secepatnya.

“Ini kan fasilitas umum, gambarnya bangunan ini berdiri diatas Brandgang jadi harus dikembalikan ke fungsinya, bongkar secepatnya,” tegas Armuji.

Dirinya menyampaikan, sejak 2010 Pemerintah Kota Surabaya sudah tidak menyewakan Brandgang lagi untuk dialihkan pemanfaatan, namun semata – mata untuk mengoptimalkan fungsi – fungsi fasilitas umum.

“Kalau di gambar ini dahulu gang lebarnya 6 meter sekarang hanya kurang 2 meter berarti sekitar 4 meter sudah beralih fungsi,” kata Armuji.

Selain itu, ditempat yang sama, Armuji juga meminta agar OPD yang dikirimi surat oleh PT Betjik Djojo agar segera memberikan surat balasan perihal permohonan sewa gang di Jalan Gembong Tebasan.

“Saiki gak onok gang sing disewakno (sekarang tidak ada gang yang disewakan, red), Satpol PP, camat, lurah awasi progresnya dan laporkan,” tandasnya.

Sekadar informasi, permasalahan ini sebenarnya juga telah di hearingkan di Komisi C DPRD Kota Surabaya beberapa kali dan telah membuahkan kesimpulan rapat yang diantaranya pembongkaran bangunan di paling lambat dilakukan 15 Maret 2022. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.