Pembangunan Ruas Tol Kediri-Tulungagung Masuk Proyek Strategis Nasional

Yovie Wicaksono - 16 April 2020
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat video conference dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan, Rabu (15/4/2020). Foto : JNR)

SR, Surabaya – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, menambahkan 9 usulan proyek baru sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Salah satunya adalah pembangunan ruas tol Kediri-Tulungagung.

“Kami sudah melihat dampak perekonomian, maupun multiplier tenaga kerja yang cukup besar,” ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan, saat video conference, Rabu (15/4/2020).

Dibangunnya ruas tol Kediri-Tulungagung berada di bawah program percepatan pembangunan ekonomi Provinsi Jawa Timur yang ditetapkan dengan Perpres 80 tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya – Sidoarjo – Lamongan – Kawasan Bromo – Tengger – Semeru serta selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Proyek ini memiliki nilai strategis untuk membuka jalur percepatan pembangunan ekonomi di kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya – Sidoarjo – Lamongan – Kawasan Bromo – Tengger – Semeru serta selingkar Wilis dan Lintas Selatan. Ruas tol ini akan menjadi jalan penghubung Bandara Kediri dan 100 persen konsorsium investor lead PT Gudang Garam.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan saat ini Perpres 80 tahun 2019 merupakan prioritas pembangunan di Jatim. Dengan pembangunan tol Kediri-Tulungagung diprediksi akan menyangga dan mendorong perkembangan bandara dan ekonomi di wilayah selatan. 

Pada video conference kali ini, Wagub Emil juga menyampaikan daftar usulan PSN. “Terkait hasil review usulan PSN utamanya  dari PUPR, apakah fakta tersebut mendapat dukungan?” ujarnya.

 Adapun daftar usulan yang direkomendasikan sebagai PSN, antara lain Penambahan Lingkup Jalan Tol Ngawi – Kertosono – Kediri yang semula sepanjang 88 kilometer menjadi 108 kilometer. Selain itu juga jalan akses exit tol menuju jalan nasional terdekat.

 Sebagai informasi, tol Kediri-Tulungagung dibangun salah satunya untuk mendukung pembangunan dan pengembangan kawasan Bandara Kediri. 

Ruas tol ini diharapkan akan mempermudah akses masyarakat menuju kawasan Jatim selatan dan mendukung perekonomian kawasan di sekitarnya, termasuk sektor pariwisata. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.