Khofifah: Dalam Berinovasi Tak Kenal Kata Puas

Yovie Wicaksono - 7 August 2019
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama tiga mahasiswi yang tergabung dalam Tim Barunastra ITS di Gedung Negara Grahadi, Selasa (6/8/2019) siang. Foto : (Humas Pemprov Jatim)

SR, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, setiap orang harus melakukan inovasi dan terus belajar agar tidak tertinggal oleh pesatnya perkembangan.

“Research and development (RnD) itu sangat dinamis, dan pesat perkembangannya. Setiap orang, harus melakukan inovasi dan terus belajar agar tidak tertinggal. Dan yang lebih penting lagi hasil riset dan berbagai inovasi ini harus terkoneksi dengan dunia usaha dan dunia industri,” ucap Khofifah saat menjamu makan siang tiga mahasiswi yang tergabung dalam Tim Barunastra ITS di Gedung Negara Grahadi, Selasa (6/8/2019) siang.

Sebab dikatakan gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini, bisa saja saat ini posisi kita  di titik tertinggi. Namun saat yang sama pihak lain melakukan inovasi secara terus menerus sehingga melaju kencang meninggalkan yang lain.  Oleh karenanya ia berpesan agar terus berinovasi dan berkreasi.

Ditegaskan Khofifah, dalam berinovasi, tidak boleh mengenal kata puas, apalagi menyerah. Melainkan harus terus mengembangkan kreativitas dan memaksimalkan potensi yang ada sehingga secara terukur mengalami peningkatan strata.

“Apa yang diraih Tim Banusastra ITS ini bisa menjadi teladan kita bersama. Inovasi tak boleh kenal kata henti. Kalau pun ada kendala, dicari solusinya hingga melahirkan hasil yang memuaskan,” imbuhnya.

Dalam jamuan makan siang tersebut diskusi tentang perkembangan dunia kapal robot dan kompetisi internasional berlangsung hangat.

Khofifah memberikan pesan dan nasihat pada Tim Banusastra ITS agar terus berkarya membawa nama harum Indonesia. Ke depan, ia juga berharap akan muncul juara-juara baru di bidang yang lain dari anak-anak berprestasi di Jawa Timur.

“Tidak hanya bidang robotik saja, tapi olahraga, matematika, fisika, kesenian, dan seterusnya. Saya ingin anak-anak Jawa Timur memaksimalkan kemampuannya dan membawa harum nama Jawa Timur dan Indonesia di tingkat dunia,” pungkas Khofifah.

Sekedar informasi, Sabilah Margirizki, Aisyah Mutiara, dan Tiara Medina, ketiga mahasiswi asal ITS ini berhasil membawa pulang gelar juara dunia dalam ajang International Roboboat Competition (IRC) 2019 di Florida, Amerika Serikat (AS) akhir Juni lalu.

Hasil kompetisi itu menunjukkan, Tim Barunastra telah sukses mempertahankan posisi gelar dunianya. Sejak 2016, Tim Barunastra ITS selalu tampil gemilang dan memberikan hasil yang memuaskan.

Secara berturut-turut peringkat dalam kompetisi dunia ini adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (peringkat 1), Embry Riddle Aeronautical University – AS (peringkat 2), Universitas Indonesia (peringkat 3), Hagerty High School – AS (peringkat 4) dan VTEC – Meksiko (peringkat 5).

“Percaya bahwa sebuah pencapaian pasti diraih dengan usaha, nothing worth having comes easy,” tandas Lead Official Tim Barunastra ITS, Sabillah Margirizki. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.