PPDB Jalur Prestasi Penghafal Kitab Suci, Khusnul : Alhamdulillah Respon Baik

Yovie Wicaksono - 12 June 2021
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Berbeda dari tahun sebelumnya, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Surabaya tahun ini mewadahi pelajar penghafal kitab suci melalui Jalur Prestasi, baik untuk PPDB Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Negeri.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah mengatakan respon masyarakat cukup variatif, dan secara umum banyak pihak yang mengapresiasi langkah konkret Pemkot Surabaya ini dalam rangka untuk memberikan ruang dan perhatian terhadap prestasi pelajar, terutama dalam hal menghafal kitab suci.

“Ini salah satu bentuk bagaimana pemerintah memberi ruang seluas-luasnya kepada warga Kota Surabaya untuk kemudian turut serta membangun peradaban, budaya, sumber daya manusia (SDM) yang ada di Surabaya,” ujar Khusnul, Sabtu (12/6/2021).

Khusnul mengatakan, selain untuk memberikan ruang dan perhatian terhadap prestasi anak-anak, jalur prestasi penghafal kitab suci ini juga merepresentasikan nilai toleransi dan keberagaman di Kota Surabaya.

“Terkait beasiswa itu memang awalnya hanya yang hafal Al-Qur’an, kemarin saya minta kepada Dinas Pendidikan agar dimungkinkan tidak untuk seluruh penghafal kitab suci dari semua agama, tidak hanya Islam. Karena kalau berbicara toleransi dan keberagaman, mereka juga berhak mendapatkan hak yang sama, sekalipun agamanya berbeda,” tandasnya.

“Kemudian mereka mengkaji itu, dan Alhamdulillah usulan tersebut diterima,” imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya, jalur prestasi penghafal kitab suci ini juga sebagai langkah membangun SDM, khususnya generasi penerus bangsa di Kota Pahlawan untuk menghadapi bonus demografi 2030 mendatang.

Sekadar informasi, jumlah pelajar penghafal kitab suci yang mendaftar mengikuti seleksi PPDB SMP jalur prestasi di Kota Surabaya tercatat 90 orang yang terdiri atas 34 siswa beragama Islam, 11 siswa beragama Hindu, 9 siswa beragama Katolik, dan 36 siswa beragama Kristen.

Tes hafalan kitab suci dilakukan tiga hari dengan melibatkan pengawas, penyuluh, serta ahli sesuai dengan agamanya masing-masing.

Pada Senin, 7 Juni 2021, tes hafalan diikuti oleh 44 peserta. Lalu, Selasa, 8 Juni 2021, diikuti 40 peserta, dan pada hari berikutnya diikuti enam peserta.

Bagi peserta yang lulus tes hafalan kitab suci, langsung menerima surat keterangan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya untuk kemudian bisa melakukan prosedur pendaftaran mengikuti PPDB jalur prestasi pada 16 sampai 20 Juni. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.