Panitia Soekarno Cup 2026 Bantu Mahasiswa NTT Korban Gempa di Surabaya
SR, Surabaya – Panitia Soekarno Cup 2026 menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada sekira 40 mahasiswa-mahasiswi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menempuh pendidikan di Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) Surabaya, Selasa (18/8/2026).
Langkah nyata PDI Perjuangan melalui Panitia Soekarno Cup ini menyasar para pelajar yang kini kesulitan mendapatkan kiriman dari orang tua mereka yang sedang tertimpa musibah.
Perwakilan Panitia Soekarno Cup 2026 sekaligus legenda Timnas Indonesia, Yusuf Ekodono menyebut, bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap para mahasiswa rantau yang keluarganya terdampak bencana gempa bumi di wilayah Flores.
Bantuan diberikan berupa paket sembako yang diharapkan mampu meringankan beban mahasiswa rantau yang kampung halamannya terdampak bencana.
“Saya mewakili dari panitia memberikan sedikit bantuan meringankan beban para korban bencana gempa di NTT,” ujar Yusuf saat menyerahkan bantuan.

Ia pun berharap bantuan yang diberikan dapat menyokong kebutuhan harian mahasiswa agar tetap bisa fokus dalam menempuh studi meskipun tengah berada dalam situasi sulit.
“Semoga bantuan yang sedikit ini bermanfaat untuk adik-adik mahasiswi mahasiswa yang menempuh studi di Kota Surabaya ini. Dan untuk keluarga yang terdampak bencana semoga diberikan ketabahan,” tambahnya.
Hal ini pun disambut haru. Salah satu mahasiswi asal Kabupaten Nagekeo, Lilis Hermini, menceritakan kondisi memprihatinkan di kampung halamannya yang membuat pihak keluarga kesulitan mengirim biaya kuliah.
Terlebih, Kabupaten Nagekeo merupakan wilayah yang paling parah terdampak bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Mbay pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Dimana data sementara mencatat total korban sekira 8 orang meninggal dunia dan 4 orang luka ringan.
“Di sana kondisinya sangat-sangat memprihatinkan. Untuk bantuan ke kabupaten kami itu mereka lebih khususnya ke kotanya, sedangkan yang ke kampung-kampung aksesnya lebih parah, banyak bantuan yang tidak sampai,” ungkapnya.
Lilis juga mengakui bahwa bencana ini berdampak langsung pada kelancaran akademiknya di Surabaya. “Orang tua saya lagi kesulitan. Saya sedih sekali karena kebetulan untuk uang KRS-nya itu belum (terbayar),” tuturnya.

Sementara itu, Litvina, mahasiswi asal Manggarai, melaporkan bahwa daerahnya merupakan salah satu lokasi dengan dampak terparah, termasuk adanya korban jiwa. Ia mengeluhkan putusnya jaringan komunikasi yang menyulitkan koordinasi bantuan dan pemantauan kondisi keluarga.
“Jaringan-jaringannya putus. Saya lihat di berita banyak yang kelaparan, jadi mohon pemerintah segera alokasikan dana ke daerah terdampak,” tuturnya.
Ia pun mengucapkan terima kasih tulus. Bagi mereka yang merupakan anak rantau, bantuan dari Panitia Soekarno Cup ini dianggap sangat tepat sasaran di tengah kekhawatiran mereka terhadap kondisi di NTT.
“Kami di sini merasa khawatir dengan kondisi orang tua karena akses segala-galanya susah. Terima kasih kakak, ini sangat bermanfaat sekali buat kami sebagai anak rantau,” pungkasnya. (hk/red)
Tags: donasi, Korban Gempa, mahasiswa ntt, pdip jatim, soekarno cup 2026, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





