Megawati: Rumah Budaya Harus Jadi Wadah Tumbuhkan Kesadaran Kebudayaan

Yovie Wicaksono - 28 March 2021
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan Ketua BKN Pusat Aria BIma saat Peresmian Rumah Budaya di Kantor DPP PDI Perjuangan, di Jalan Diponegoro, Jakarta. Minggu (28/3/2021). Foto : (Istimewa)

SR, Jakarta – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan, Rumah Budaya PDI Perjuangan adalah wujud konsistensi dalam melestarikan kebudayaan Indonesia di tengah gempuran budaya asing.

Disebutkan, Rumah Budaya yang diresmikan hari ini harus menjadi rumah bagi setiap kebudayaan di Indonesia. Agar setiap orang bisa mengenali dan kemudian mencintai serta mengembangkannya.

“Rumah Budaya PDI Perjuangan mesti menjadi wadah untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian kebudayaan kita sendiri,” ujar Megawati, Minggu (28/3/2021).

Megawati juga mengingatkan, kebudayaan yang dimaksudnya bukan sekedar musik, lagu, maupun tari.  “Jadi bukan semata hiburan, melainkan fondasi bagi karakter serta keberlangsungan bangsa ini kedepan,” tegasnya.

“Semoga Rumah Budaya PDI Perjuangan bisa menjadi perwujudan lain kecintaan seluruh ‘Kader Banteng’ terhadap Indonesia dan ke-Indonesia-an,” imbuhnya.

Dikatakan, Rumah Budaya ini sejalan dengan UUD 1945. Di pasal 32, kata Megawati, telah mengamanatkan bahwa “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya”.

Selain itu, ada juga UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan sebagai acuan legal formal pertama untuk mengelola kekayaan budaya di Indonesia.

Lebih lanjut, Megawati mengatakan, kebudayaan Indonesia telah menghadapi tekanan besar akibat globalisasi dan perkembangan teknologi informasi. “Tentu saya katakan ini bukan berarti menentang globalisasi dan perkembangan teknologi informasi,” tandasnya.

Presiden RI kelima itu menilai, globalisasi dan kemajuan teknologi memungkinkan suatu kebudayaan luar, bisa masuk serta diterima secara masif. Khususnya oleh generasi muda Indonesia. Bila terus demikian, dapat menggerus serta melenyapkan kebudayaan lokal.

“Di sinilah kita berharap Rumah Budaya PDI Perjuangan memainkan peran vital dalam menguatkan gerakan-gerakan kebudayaan,” terang Megawati.

Ia juga mengakui fakta di lapangan menunjukkan terbatasnya sumber daya pengembangan kebudayaan. Karena itulah, kader banteng harus menjadi pejuang yang siap mempertahankan ke-Indonesia-an sebagaimana mimpi dan cita-cita Bung Karno. Artinya, harus berkontribusi secara aktif dan positif dalam melestarikan kebudayaan Nusantara.

Menurut Megawati, Indonesia sangat kaya dengan keragaman budaya yang luar biasa. Ada tak kurang dari 300 kelompok etnik, 1.340 suku bangsa, 718 bahasa daerah, serta 9.770 warisan budaya bukan benda. Baik yang berupa tarian, lagu, gambar, patung, pakaian adat, hingga kuliner daerah.

“Namun, bila tak dilestarikan dengan segenap kekuatan dari seluruh komponen bangsa, bukan tak mungkin semua itu akan menghilang dan menyebabkan generasi penerus kita nanti berada dalam krisis identitas dan kehilangan keIndonesiaan-nya,” ujar Megawati.

Dalam peresmian Rumah Budaya PDI Perjuangan, selain Megawati, hadir juga Sekjen Hasto Kristiyanto dan jajaran Badan Kebudayaan Nasional (BKN) Pusat PDI Perjuangan yakni Ketua Aria Bima, Sekretaris Rano Karno, dan Bendahara Vita Ervina. Hadir juga Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Politik Puan Maharani. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.