Keberhasilan Konservasi Komodo di KBS Banjir Apresiasi Berbagai Pihak
SR, Surabaya – Kebun Binatang Surabaya (KBS) mendapatkan apresiasi tinggi dari pemerintah pusat maupun mitra internasional atas keberhasilannya dalam melakukan pengembangbiakan (breeding) satwa endemik Komodo secara mandiri. Salah satunya dari Kementerian Kehutanan RI.
Kementerian Kehutanan RI melalui Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kemenhut, Ahmad Munawir, mengungkapkan kekagumannya terhadap dedikasi KBS dalam menjaga kelestarian satwa ikonik Indonesia tersebut.
Hal tersebut disampaikan dalam peresmian nota kesepakatan breeding loan antara Kebun Binatang Surabaya dengan iZoo Jepang di KBS, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, dari kurang lebih 80 kebun binatang yang tersebar di seluruh Indonesia, KBS adalah salah satu yang paling berhasil dalam membudidayakan Komodo. Menjadi bagian dari green diplomacy antara Jepang dan Indonesia. Memperkaya keanekaragaman hayati global dan menunjukan komitmennya sebagai lembaga konservasi.
“Ini adalah hasil dari proses panjang selama kurang lebih 10 tahun. Kehadiran Komodo di Jepang diharapkan tidak hanya menjadi ikon wisata, tetapi juga sarana edukasi konservasi yang menunjukkan peran aktif Indonesia dalam pelestarian keanekaragaman hayati global,” sebutnya.
Tak main-main. Sebelum penandatanganan peminjaman dilakukan, pihaknya dan direktur terkait telah melakukan pengecekan langsung terhadap sarana dan prasarana di iZoo Jepang untuk memastikan fasilitas di sana layak.
Peminjaman dilakukan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, yakni Undang-Undang Nomor 83 Tahun 2014, serta mengikuti regulasi nasional dan internasional lainnya guna menjamin legalitas dan prinsip kehati-hatian.
iZoo wajib mengedepankan prinsip kesejahteraan satwa sesuai dengan standar Animal Welfare yang mencakup pendekatan ilmiah, edukatif, dan berkelanjutan. Hal ini termasuk memastikan habitat di sana sesuai dengan iklim alami Komodo.
Dan sebagai bagian dari kesepakatan yang saling menguntungkan, iZoo juga harus mengirimkan satwa timbal balik ke KBS, yang dalam hal ini meliputi panda merah serta beberapa spesies mamalia dan reptil lainnya.
“Komodo tidak hanya punya nilai ekologis tapi juga ilmiah, edukatif, dan budaya yang sangat penting,” tuturnya.
Apresiasi juga datang dari dunia internasional. Direktur iZoo Japan, Tsuyoshi Shirawa menyebut kerja sama ini sebagai peringatan penting bagi konservasi perkembangbiakan satwa dunia. Ia berterima kasih kepada pemerintah Indonesia dan KBS atas kolaborasi yang telah dirintis selama lebih dari 10 tahun tersebut.

“Terima kasih untuk pemerintah indonesia dan KBS, kita bekerja sama 10 tahun lebih antara indonesia dengan jepang,” jelasnya.
Tak ketinggalan, Walikota Surabaya Eri Cahyadi turut menyampaikan apresiasinya. Ia menegaskan, permintaan peminjaman dari pihak Jepang muncul, karena mereka melihat kesuksesan besar KBS dalam pengembangbiakan reptil raksasa tersebut.
Ia pun berharap prestasi ini terus bertambah. Mendorong jajaran direksi KBS untuk terus berinovasi dalam pelestarian satwa dengan tetap menjaga standar kesejahteraan yang tinggi.
“Karena kita berhasil dalam pengembangbiakan Komodo, maka kebun binatang reptil di Jepang meminta kita untuk mengirim atau meminjamkan mereka Komodo,” ujar Eri Cahyadi.
Mendengar hal tersebut, Kebun Binatang Surabaya merasa tersanjung. Direktur Operasional KBS, Nurika Widyasanti, membeberkan bahwa kunci kesuksesan breeding terletak pada pemenuhan fasilitas yang mumpuni dan habitat yang dibuat sangat mirip dengan iklim alami komodo.
Pihak pengelola, secara rutin mengganti sarana prasarana setiap dua minggu sekali. Variasi pakan juga diberikan pada hari Rabu dan Sabtu untuk menjaga kesehatan satwa. “Sebagai bagian konservasi, kita juga punya kewajiban melepasliarkan. Salah satunya komodo untuk memperkaya genetik, sehingga kita mencegah supaya tidak sampai punah,” pungkasnya. (hk/red)
Tags: breeding komodo, izoo jepang, KBS, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





