Tarif Bus AKAP Melonjak 35 Persen, Kernet di Bungurasih Keluhkan Sepi Penumpang

Yovie Wicaksono - 9 September 2022
Suasana di Terminal Bungurasih pada Jumat (9/9/2022). Foto : (Super Radio/Hamidiah Kurnia)

SR, Sidoarjo – Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan pertalite berdampak besar pada berbagai sektor. Akibat kenaikan tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) harus menggenjot tarif bus Angkutan Antarkota Antar Provinsi (AKAP) sebesar 35 persen. Dimana, pada AKAP layanan ekonomi tarif tertinggi mencapai Rp. 207.000,-.

Perubahan tarif ini sangat terasa untuk para pelaku transportasi, seperti yang terjadi di Terminal Purabaya atau yang biasa dikenal dengan Terminal Bungurasih di Waru, Sidoarjo.

Kernet Bus Restu jurusan Surabaya-Ponorogo, Sumar mengaku, sejak BBM naik jumlah penumpang makin menurun. “Sehari biasanya bisa sampai 70 orang tapi sekarang paling penuh 40 orang,” ujarnya, Jumat (9/9/2022).

Ia juga harus berhadapan dengan keluhan penumpang yang kaget dengan kenaikan tarif tersebut. “Ya naiknya kira-kira 30 persen lebih, jadi ke Ponorogo bisa Rp 100ribu,” ungkapnya.

“Penumpang banyak yang mengeluh karena tarifnya naik tinggi sekali, ya kita kan menyeimbangkan dengan kenaikan BBM kalau tidak diseimbangkan dengan itu, perusahaan gak nutut,” sambungnya.

Hal serupa dirasakan Sasa, kernet Bus Sugeng Rahayu jurusan Jogja-Solo-Madiun-Ngawi. Ia mengaku terjadi penurunan drastis pada jumlah penumpang. “Sehari biasanya penumpang bisa sampai 100 orang, sekarang paling penuh pulang pergi itu 30 orang udah untung-untungan,” ucapnya.

“Ya harapannya, BBM gapapa naik biar preminya juga naik, kalau BBM naik tapi premi gak naik ya percuma,” imbuhnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Staf Administrasi Terminal Purabaya, Cipto Widiyanto menjelaskan, peningkatan tarif baru terjadi pada Bus AKAP, sedangkan untuk Bus Angkutan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) masih menunggu kebijakan dari Pemerintah Provinsi Jatim.

“Kalau tarif AKDP itu ditentukan oleh Pemerintah Provinsi jadi nanti akan diterbitkan lewat SK Gubernur,” ujarnya.

Untuk jumlah penumpang juga masih di angka ribuan untuk bus AKAP dan AKDP. “Paling sempat sepi karena ada demo kemarin. Jumlah penumpang sampai dengan Kamis keberangkatan AKDP itu 5000 penumpang dan AKAP mencapai 8000 orang,” pungkasnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.