Rasakan Denyut Rakyat, Megawati Jelaskan Tugas Ketua-Sekretaris-Bendahara Partai

Rudy Hartono - 17 April 2026
Megawati Soekarnoputri, Presiden RI ke-5 dan Ketua Umum PDI Perjuangan saat berada di seminar internasional KAA, di Blitar, pada November 2025.

SR, Jakarta  – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri secara resmi membuka agenda penguatan organisasi bagi ketua, sekretaris, dan bendahara (KSB) pengurus daerah se-Indonesia di Sekolah Partai, Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Dalam arahannya, Megawati Soekarnoputri menegaskan pentingnya memahami pemikiran kritis-dialektis dari Bung Karno agar kader memiliki visi masa depan, dan sekaligus kokoh membumi di tengah rakyat.

“Saya akan memberikan peringatan keras kepada kader yang tidak mau bekerja secara maksimal di lapangan. Dilarang korupsi, turun ke bawah rasakan denyut kehidupan rakyat. Di situlah kalian akan memahami politik sebagai kehidupan,” kata Megawati dikutip dari keterangan tertulisnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga memaparkan analisis tajam mengenai situasi global. Megawati memperingatkan dampak ketegangan Iran-Israel di Selat Hormuz terhadap perekonomian dalam negeri dan ketegangan global.

“Saya sudah perintahkan agar para kepala daerah dan pimpinan dewan dari PDI Perjuangan mengambil kebijakan terobosan untuk melakukan penghematan anggaran. Kedepankan sense of priority and urgency. Pastikan kebutuhan pangan rakyat. Buat mobilisasi kerja padat karya,” kata Megawati.

Sementara di dalam negeri, Megawati menyampaikan laporan para ibu kepada dirinya soal harga barang kebutuhan pokok yang naik seperti cabai dan lain-lain.

Bagi Megawati, semua hal tersebut seharusnya membuat kader PDI Perjuangan tak boleh diam dan seharusnya justru semakin turun ke akar rumput untuk membantu rakyat.

Ia pun menginstruksikan kader untuk kreatif dalam membantu rakyat, salah satunya melalui program ketahanan pangan keluarga dan sosialisasi buku masakan murah bergizi untuk menekan angka stunting.

Megawati juga memberikan peringatan serius mengenai posisi PDI Perjuangan yang saat ini bertindak sebagai penyeimbang dan tidak berada di dalam kabinet pemerintahan. Ia mengingatkan kader agar tidak bermain-main dan jangan melanggar hukum.

Selain berbicara kondisi eksternal, Megawati juga bicara tentang tata kelola organisasi, Megawati membedah peran KSB secara spesifik. Ketua diinstruksikan untuk mampu mengguyubkan seluruh anggota hingga ke level bawah.

Sementara, sekretaris bertanggung jawab atas operasional partai. Khusus untuk bendahara, Megawati melarang keras pencampuran uang pribadi dengan uang organisasi.

“Kalau Bendahara, uang jangan dikekep sendiri (dipegang sendiri). Kita punya tabungan-tabungan dana abadi loh. Ketua harus bisa mengguyubkan orang-orangnya. Sekretaris itu tanggung jawab jalannya partai,” jelasnya.

Di sisi lain, ia menekankan agar tata kelola keuangan partai harus benar. Ia mencontohkan dirinya sebagai ketua umum tak pernah menyentuh uang organisasi, karena itu merupakan tugas seorang bendahara.

Ia juga mewajibkan pengurus daerah untuk mengadakan rapat rutin, minimal seminggu satu kali setiap Selasa dengan sistem absensi yang ketat. Kantor sekretariat partai di daerah harus selalu siap melayani rakyat yang ingin bergabung atau membuat KTA.

“Bikin dong kebiasaan rapat. Yang satu cari masalahnya apa, yang kedua cari solusinya. Jadi ini terus berjalan,” ujarnya.

Megawati menekankan bahwa tujuan akhir dari seluruh gemblengan ini adalah membangun partai yang kuat secara ideologis untuk memenangkan hati rakyat. Ia menginginkan PDI Perjuangan menjadi soko guru atau pilar utama bagi negara dan bangsa.

“Kemenangan bagi kita bukan sekadar kemenangan elektoral. Kemenangan bagi kita adalah ketika rakyat merasakan kehadiran partai. Ketika rakyat merasakan keadilan. Saya hanya ingin partai ini tetap tegak menjadi sokoguru bagi negara dan bangsa,” tutur Megawati.

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan pengurus daerah baik secara langsung maupun secara daring. Acara dibuka pada Kamis hari ini dan akan berlangsung hingga beberapa pekan ke depan.

Sementara, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan bahwa Sekolah Partai merupakan tempat pelembagaan ideologi. Partai adalah organisasi pergerakan rakyat.

Seluruh kader partai harus memiliki semangat yang menyala-nyala bagaikan api perjuangan yang berada di Sekolah Partai dan terus menyala sebagai tanda bahwa kader PDI Perjuangan tidak pernah menyerah di dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Jadikan lah pelatihan ini sebagai momentum untuk membangkitkan energi perjuangan. Kontemplasikan setiap materi yang diberikan agar meresap sehingga menjadi pedoman perilaku kader partai. Kepercayaan rakyat menjadi modal penting dalam pemenangan Pemilu 2029,” ujar Hasto. (*/ant/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.