Kiprah Anak Muda, Surati Donald Trump hingga Ciptakan Lagu

Yovie Wicaksono - 24 November 2020
Sarasehan Peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan 2020 yang diselenggarakan Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Provinsi Jawa Timur pada Selasa (14/11/2020). Foto : (Super Radio)

SR, Surabaya – Aeshnina Azzahra Aqilani dan M. Ranah Nirvananda, menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berjuang, terlebih di tengah kondisi yang serba terbatas ini akibat pandemi Covid-19. Di usia yang masih muda, mereka telah menorehkan prestasi di berbagai bidang yang berdampak positif pada banyak orang.

Dalam acara Sarasehan Peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan 2020 yang diselenggarakan Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Provinsi Jawa Timur pada Selasa (24/11/2020), mereka membagikan kisah inspiratifnya.

Aeshnina Azzahra Aqilani atau biasa dipanggil Nina siswi SMP asal Gresik ini berhasil menyurati Donald Trump terkait aksi protesnya akibat banyaknya limbah plastik dari luar negeri dan meminta agar negara-negara maju  tidak mengekspor sampah plastik mereka ke Indonesia.

Semangatnya dalam menjaga kelestarian lingkungan ini membuat Nina dikenal sebagai aktivis cilik, bahkan berhasil menarik perhatian media luar negeri. Nina juga sempat bertemu dengan Duta Besar Jerman dan Australia untuk menindaklanjuti ekspor sampah yang masih dilakukan negara-negara maju.

“Dari aksi-aksi itu, akhirnya pemerintah mengeluarkan aturan tentang batas kontaminan sampah plastik,” ujarnya.

Nina berharap agar masyarakat Indonesia juga bisa mengurangi penggunaan plastik sekali pakai untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Selain Nina, dalam acara tersebut, M. Ranah Nirvananda, seorang siswa SMA juga turut membagikan kisahnya yang berhasil mengubah masa pandemi yang penuh keterbatasan menjadi sebuah karya yang menginspirasi sesama.

Pria yang akrab disapa Ivan ini mengatakan, adanya pandemi Covid-19 ini berdampak pada terbatasnya aktivitas yang biasa ia lakukan. Salah satunya adalah aktivitas belajar di sekolah yang terpaksa beralih secara daring yang membuatnya tidak bisa lagi bertemu dengan teman-temannya.

Namun hal itu tidak membuatnya kehilangan kreativitas. Ivan justru mengisi kegiatannya di rumah dengan hal yang bermanfaat. Karena Ivan dari kecil suka menyanyi, akhirnya ia membuat lagu berjudul Nanti yang bercerita tentang kerinduannya dengan teman-teman.

Kini, Ivan telah berhasil merilis lima lagu bertemakan Covid-19 yang isinya adalah kegundahannya selama pandemi dan harapan agar Indonesia jangan menyerah dan jangan terserah. Hal tersebut membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk tetap berkarya.

“Lagu yang saya buat semoga bisa menyadarkan rakyat Indonesia agar tidak menyerah dengan keadaan Covid-19 saat ini dan bisa lebih speak up pada kejadian yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum BKKKS Jawa Timur, Pinky Saptandari turut mengapresiasi dan mengungkapkan kebanggaannya pada Ivan dan Nina yang masih bisa berkarya walau dalam keterbatasan.

“Mereka luar biasa. Dua contoh anak muda yang jadi narasumber yang menunjukan semangat mereka di tengah keterbatasan dan di tengah pandemi. Ini jadi satu kebanggaan sekaligus semangat bahwa kita masih bisa berjaya lagi. Saya juga berharap agar generasi muda bisa tetap menjaga, menggelorakan semangat Sumpah Pemuda dan Kepahlawanan dengan cara kekinian, tetap berkarya dengan cara masing-masing dan tetap menjaga lingkungan,” tandasnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.