Gubernur Jatim Tegaskan Tak Boleh Ada Bullying di SR Gresik
SR, Gresik – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta pengelola Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik memperkuat perlindungan anak dan mencegah perundungan di lingkungan sekolah, terutama bagi peserta didik jenjang sekolah dasar yang tinggal di asrama.
“Pesan saya kepada para kepala sekolah, pastikan lingkungan sekolah benar-benar bebas dari perundungan. Anak-anak kelas 1 SD ini masih sangat rentan dan belum bisa membela diri,” katanya dalam keterangan rilis yang diterima di Gresik, Sabtu (2/8/2026)
Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah usai meninjau SRT 1 Gresik di Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan pendidikan berasrama sekaligus mengevaluasi aspek perlindungan anak dan pendampingan peserta didik di lingkungan sekolah tersebut.
Ia mengatakan siswa yang tinggal di asrama memerlukan pendampingan selama masa adaptasi agar merasa aman dan nyaman berada di lingkungan sekolah.
Khofifah juga meminta pengelola sekolah menghadirkan pendampingan psikologis secara berkala, khususnya bagi siswa sekolah dasar yang masih menyesuaikan diri dengan sistem pendidikan berasrama.
Ia menambahkan bahwa Sekolah Rakyat merupakan wujud kehadiran negara dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas sekaligus menjadi salah satu cara efektif memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan SRT 1 Gresik disiapkan untuk menampung 405 siswa yang terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 225 siswa SMA, termasuk 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan.
Pemerintah Kabupaten Gresik berharap keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan pendidikan bagi masyarakat. (*/ant/red)
Tags: Cegah bullying, gresik, khofifah, sekolah rakyat, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





