Kelompok Gowes Keluarga Bani Soepardi, Hidup Sehat dengan Bersepeda Bersama Keluarga

Yovie Wicaksono - 11 January 2021
Kelompok Gowes Keluarga Bani Soepardi. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Bersepeda bersama keluarga, selain untuk menerapkan pola hidup sehat bisa juga semakin mempererat tali silaturahmi antar anggota keluarga yang ada. Hal itulah yang melatarbelakangi terbentuknya kelompok gowes keluarga Bani Soepardi. Terlebih, salah satu anggota keluarga sempat menjalani isolasi di rumah sakit karena terkonfirmasi positif Covid-19, sebagai OTG (orang tanpa gejala).

“Adik saya pernah positif, padahal sebelumya gowes bareng. Alhamdulillah meski positif karena imun baik, jadi tetap sehat. Tidak sampai 14 hari di swab lagi hasilnya  sudah negatif. Bisa jadi ini efek positif sehat, karena gowes keluarga yang rutin kita lakukan,” ujar Yuli Asiyah, salah satu anggota kelompok gowes keluarga Bani Soepardi.

Kelompok yang terbentuk pada saat awal pandemi 2020 ini, beranggotakan 10 orang yang terdiri dari anak, menantu, hingga cucu.

Mereka berlatar belakang dari beragam profesi, diantaranya menjabat sebagai anggota DPRD Kota Kediri, penyiar radio, pegawai BNN Kota Kediri, hingga guru pengajar. Disaat libur, khususnya pada hari Sabtu, mereka selalu menyempatkan diri untuk bersepeda bersama.

“Sebelum berangkat, kita tentukan dulu lokasi tempat wisata yang kita tuju. Biasanya kita bahas lokasinya ramai-ramai di grup WhatsApp keluarga. Setelah itu kita gowes bareng ngumpul di tempat kakak yang paling tua, setiap hari Sabtu, pukul 06.00 WIB, di Kecamatan Mojoroto,” ujarnya.

Agar terlihat kompak, tidak lupa mereka mengenakan seragam yang sudah ditentukan.

Ada sekitar 10 destinasi wisata di Kediri yang sudah dikunjungi oleh kelompok gowes keluarga Bani Soepardi ini, diantaranya Wisata Religi Goa Poh Sarang di Kecamatan Semen, Sendang Tirto Kamandanu, Arca Totok Kerot, Sumber Gundi serta Hutan Alaska.

“Selain mengunjungi tempat wisata di seputaran Kediri, kita juga pernah singgah di Malang. Tapi waktu di Malang yang ikut mbak sama mas aja,” ujar ibu 4 anak ini.

Adapun jarak tempuh terjauh yang sudah dilalui antara 15-30 kilometer. Ia mengatakan, saat bersepeda tidak ada anggota yang saling mendahului, jika ada salah satu anggota yang merasa tidak kuat atau kelelahan dalam perjalanan disarankan untuk istirahat.

“Kalau ada yang kelelahan, pasti selalu ada yang menemani untuk istirahat di jalan. Atau terkadang, didorong dari belakang, pakai sepeda elektrik. Pokoknya kalau berangkat dan pulang harus lengkap. Pokoknya tagline kita Bani Soepardi guyub rukun,” ujarnya.

Setelah lelah bersepeda, tak lupa mereka selalu menyempatkan untuk mencicipi kuliner tradisional daerah setempat.

“Iya selalu kuliner di dekat destinasi wisata yang dituju. Gak ada urunan untuk beli makanan dan minuman. Yang biasanya membayari kakak pertama, sama yang jadi anggota dewan suami dari adik,” ujarnya.

Makanan dan minuman tradisional yang sudah di cicipi selama bersepeda bersama antara lain teh bunga rosella, jamu beras kencur, nasi pecel, dan lain sebagainya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.