Kebijakan Baru untuk Penumpang dengan Tarif Reduksi

Yovie Wicaksono - 30 July 2019
Ilustrasi. Foto : (Humas Daop 8)

SR, Surabaya – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menerapkan kebijakan baru untuk calon penumpang yang berhak atas tarif reduksi (Lansia, TNI, Polri, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), dan Wartawan) kini harus melakukan registrasi terlebih dahulu. Kebijakan tersebut berlaku untuk keberangkatan KA mulai 1 September 2019.

Manajer Humas Daop 8 Suprapto mengatakan registrasi mulai bisa dilakukan pada 1 Agustus 2019 di Customer Service Stasiun atau di Loket stasiun yang melayani perjalanan KA Jarak Jauh, apabila di stasiun tersebut tidak memiliki layanan Customer Service.

“Untuk wilayah Daop 8 Surabaya, stasiun-stasiun yang terdapat fasilitas Customer Service adalah Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasarturi, Stasiun Wonokromo, Stasiun Malang, Stasiun Sidoarjo, Stasiun Mojokerto, Stasiun Bangil, dan Stasiun Bojonegoro,” kata Suprapto.

Adapun syarat registrasi adalah calon penumpang harus membawa bukti identitas asli atas hak reduksi yang masih berlaku. Untuk penumpang lanjut usia, minimal berusia 60 tahun saat tanggal keberangkatan akan mendapatkan reduksi 20 persen setiap harinya dan semua kelas kereta api.

Anggota LVRI mendapatkan reduksi 30 persen untuk hari Jumat-Senin, dan 50 persen pada Selasa-Kamis untuk semua kelas kereta api.

Anggota TNI atau Polri Aktif/Siswa Pendidikan TNI mendapatkan reduksi setiap hari, kelas Eksekutif 25 persen, sedangkan kelas Bisnis dan Ekonomi 50 persen. Serta Wartawan yang mendapatkan reduksi: setiap hari untuk kelas Bisnis dan Ekonomi 20 persen.

Registrasi juga dapat diwakilkan dengan syarat tambahan yaitu membawa pas foto terbaru penumpang yang akan didaftarkan dan dilakukan paling lambat tiga jam sebelum jadwal keberangkatan KA.

Registrasi tersebut cukup dilakukan sekali saja sampai berakhirnya masa reduksi penumpang yang bersangkutan. Jika masa reduksi sudah habis, dan menginginkan hak reduksi kembali, maka wajib dilakukan registrasi ulang. Misalnya, Perjanjian Kerjasama (PKS) antara TNI/Polri dengan KAI yang habis masa berlakunya, atau surat tugas bagi wartawan yang sudah kadaluarsa.

Sekedar informasi, jika sebelumnya penumpang yang berhak atas tarif reduksi harus menyertakan fotokopi identitas di setiap transaksi di loket, kini bagi mereka yang sudah melaksanakan proses registrasi cukup menyebutkan nama/ nomor HP/ nomor identitas, tanpa menyertakan fotokopi identitas lagi.

Suprapto berharap dengan adanya kebijakan ini, masyarakat yang berhak mendapat tarif reduksi semakin dimudahkan dalam melakukan perjalanan menggunakan kereta api. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.