Kampus Ini Usung Semangat Perjuangan Kartini

Yovie Wicaksono - 21 April 2022
Universitas Kartini yang berada di Jalan Raya Nginden nomor 19-23 Surabaya. Foto : (Super Radio/Hamidiah Kurnia)

SR, Surabaya  –  Siapa yang tak kenal dengan Raden Ajeng Kartini, Pahlawan Nasional asal Jepara yang selama hidupnya terus memperjuangkan dan menjadi pelopor bagi perempuan di bumi nusantara untuk mendapatkan hak kesetaraan yang sama, baik dalam pendidikan hingga karir.

Perjuangannya tertuang dalam beberapa buku, salah satunya berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang yang akhirnya memicu bangkitnya kesadaran para perempuan untuk ikut memperjuangkan emansipasi dan kesetaraan di masa kini.

Tidak hanya terabadikan dalam buku.  Nama Kartini juga terdapat di salah satu perguruan tinggi di kota Surabaya, yakni Universitas Kartini. 

Berada di Jalan Raya Nginden nomor 19-23 Surabaya, kampus yang sering disebut UNKAR ini memilih nama Kartini sebagai bentuk penghormatan dan harapan agar semangat perjuangannya terus hadir selama kampus ini ada.

“Yang kita kenang itu perjuangan Kartini tidak mudah menyerah, disitulah perjuangannya kita terapkan,” ucap Ketua Yayasan Harapan Utama Universitas Kartini Surabaya, Broto Suwiryo, Kamis (21/4/2022).

Menurutnya, semangat Kartini dalam memperjuangkan pendidikan untuk perempuan, sejalan dengan tujuan berdirinya kampus, yakni memberikan pemerataan pendidikan kepada seluruh anak bangsa.

“Kartini kan ingin supaya masyarakat itu cerdas terutama di Jawa, jadi kampus kita juga berupaya melakukan pemerataan pendidikan agar seluruh putra-putri Indonesia itu terpenuhi pendidikannya,” ujarnya.

Sama seperti Kartini, perjuangan universitas dengan logo perempuan berkonde itu untuk tetap berdiri juga tidak mudah. Lembaga pendidikan yang terbentuk pada tahun 1982 itu sempat mengalami beberapa kali pergantian yayasan, hingga akhirnya berada di bawah naungan Yayasan Harapan Utama.

“Sepanjang berdirinya kampus itu banyak sandungan, contohnya nama Yayasan Pendidikan Kartini yang ternyata digunakan Pemda sehingga harus diperbarui,” jelasnya. 

Oleh sebab itu, ucap Broto, rasa optimis Kartini menjadi nilai-nilai yang selalu ditanamkan ke seluruh civitas akademi di lingkungan kampus. Ia juga senantiasa mengimbau mahasiswa untuk tidak berkecil hati, karena proses tidak akan mengkhianati hasil.

“Karena lulusan Kartini juga banyak yang mendapatkan pekerjaan kompeten. Ini juga perjuangan ibu kita Kartini, buktinya Kartini yang orang Jawa bisa punya teman di luar negeri dan bukunya juga diterbitkan dan ada di Belanda, itulah yang harus kita contoh,” pungkasnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.