KA Mutiara Selatan Ganti Rangkaian Dengan Gerbong Kereta Baru

Yovie Wicaksono - 30 March 2019
Gerbong Kereta Baru Jenis Stainless Steel (SS) buatan PT INKA. Foto : (Humas PT KAI Daop 8)

SR, Surabaya – PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mengganti rangkaian gerbong kereta KA Mutiara Selatan relasi Malang – Surabaya Gubeng – Bandung (pulang pergi) dengan gerbong kereta baru jenis Stainless Steel (SS) buatan PT INKA, mulai Minggu (31/3/2019).

“Terhitung 1 April 2019 nanti, rangkaiannya akan berubah terdiri dari 3 gerbong Kereta Eksekutif jenis SS, 4 gerbong Kereta Ekonomi jenis SS, dan 1 gerbong Kereta Makan plus Pembangkit listrik. Dimana daya kapasitas tampungnya akan meningkat menjadi 470 tempat duduk setiap satu rangkaiannya,” Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto, Sabtu (30/3/2019).

Sebelumnya, rangkaian KA Mutiara Selatan terdiri dari 3 gerbong Kereta Eksekutif, 4 gerbong Kereta Bisnis dan 1 gerbong Kereta Makan plus Lembangkit Listrik dengan daya kapasitas tampung dalam satu rangkaian bisa mengangkut 406 tempat duduk.

“Diharapkan dengan pergantian rangkaian gerbong kereta jenis baru dari INKA ini, bisa semakin meningkatkan okupansi penumpang dari KA Mutiara Selatan yang sudah sangat bagus,” tambah Suprapto.

Tercatat di tahun 2016, volume penumpang KA Mutiara Selatan mencapai 241.670 penumpang, kemudian di tahun 2018 meningkat 18 persen menjadi 285.251 penumpang.

Sekedar informasi, pergantian gerbong kereta dengan sarana yang baru ini merupakan salah satu bagian dari program peningkatan pelayanan yang dilakukan oleh PT KAI Daop 8 Surabaya di dalam menyambut masa angkutan Lebaran 2019.

“Selain peningkatan di sektor fasikitas sarana gerbong kereta, kita juga terus mengejar target agar pembangunan penambahan fasilitas-fasilitas layanan di stasiun seperti di Stasiun Surabaya Gubeng, bisa selesai tepat waktu dan bisa digunakan oleh masyarakat pada masa mudik balik lebaran tahun 2019 ini,” tandas Suprapto. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.