Perayaan Hari Gerakan Perempuan Indonesia

Yovie Wicaksono - 23 December 2022

SR, Surabaya – Setiap 22 Desember, para aktivis perempuan memperingatinya sebagai hari gerakan perempuan Indonesia. Gerakan ini dimulai saat terjadinya Kongres 94 tahun silam. Perempuan Indonesia dari berbagai daerah, lintas agama dan lintas suku berkumpul dan berkomitmen memperjuangkan keadilan gender terutama dalam bidang pendidikan dan perkawinan.

Namun, proses advokasi tersebut tidak akan berhasil jika tanpa pengorganisasian. Pengorganisasian pun tidak akan berjalan jika tidak bisa mengubah kebijakan.

“Tantangan di pengorganisasian ini tidak mudah, artinya bagaimana kita punya modalitas dan pengetahuan untuk pengorganisasian, karena tiap dekade strateginya tidak sama,” jelas Direktur Eksekutif Kelompok Perempuan dan Sumber-Sumber Kehidupan (KPS2K) Jawa Timur, Iva Hasanah dalam live Instagram letsstalk_sexualities, Kamis (22/12/22) malam.

Menurutnya, tidak banyak organisasi perempuan yang langsung melakukan pengorganisasian. Menurutnya, memperjuangkan pemenuhan hak seharusnya diawali dan diperjuangkan oleh mereka yang haknya tidak terpenuhi.

“Misalnya perkawinan anak, harusnya yang bicara adalah mereka yang penyintas,” tambahnya.

Namun hingga kini, masih banyak tantangan yang dihadapi para aktivis perempuan dalam   pengorganisasian perempuan. Sebab itu diperlukan sumber daya untuk menguatkan gerakan perempuan dan gerakan feminisme. 

Iva menjelaskannya, peluang yang bisa dilakukan untuk menguatkan gerakan perempuan adalah dengan membangun jejaring. 

“Bagaimana kita membangun jaringan yang strategis maupun praktis menjadi hal yang penting. Organisasi perempuan itu beragam dan segmennya juga berbeda-beda, maka tantangan itu akan ada jalan keluar dan solusinya,” jelasnya.

Iva menambahkan, sumber daya yang juga penting adalah membangun platform bersama dalam menghadirkan gerakan yang lebih besar. Selain itu, platform bersama tersebut untuk memperjelas bahwa gerakan ini juga bagian dari gerakan sosial.

Menurut Iva, gerakan perempuan tidak akan mati dan akan menjadi gerakan yang sangat berarti untuk membuat perubahan pada perempuan di Indonesia. (vi/red)

Tags: ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.