Jumlah Perokok Pemula Meningkat, Dinkes Kota Kediri Berencana Buat Perda Kawasan Tanpa Rokok

Yovie Wicaksono - 26 June 2019
Sosialisasi terkait regulasi penyusunan Perda Kawasan Tanpa Rokok di Kota Kediri, Selasa (25/6/2019). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Prihatin dengan semakin meningkatnya jumlah perokok pemula yang sebagian besar pemakainya adalah generasi muda, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri, berencana membuat Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

“Yang melatarbelakangi Raperda ini, upaya kami Dinas Kesehatan untuk melindungi masyarakat. Terutama perokok pasif biar tidak terus terpapar oleh asap rokok. Yang kedua melindungi generasi muda, karena trendnya perokok pemula terus meningkat. Biar kita coba nanti perokok pemula terutama anak SMP atau di SD tidak terpapar asap rokok,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kediri, Alfan Julianto dalam sosialisasi terkait regulasi penyusunan Perda KTR di Kota Kediri, Selasa (25/6/2019).

Upaya pencegahan yang sudah dilakukan pihak Dinkes Kota Kediri yakni melakukan sosialiasi Perwali No 18 Tahun 2018 Tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Merokok, di sejumlah lembaga pendidikan yang ada di Kota Kediri, dengan menyasar para pelajar.

Dinkes juga menggandeng sejumlah petugas kesehatan untuk gencar promosi perilaku hidup bersih dan sehat tidak merokok.

“Kita sosialiasikan terus, yang kita fokus ini adalah di sekolah-sekolah Kota Kediri. Kita juga gandeng teman-teman dari Promosi Kesehatan untuk promosi perilaku hidup bersih dan sehat tidak merokok,” ujarnya.

Alfian mengatakan, pihaknya telah menerima informasi melalui program keluarga sehat di Puskesmas, jika penyakit yang dominan di Kota Kediri saat ini adalah Hipertensi.

Rokok sendiri menjadi salah satu penyebab Hipertensi. Meski demikian, Alfian belum bisa memastikan keterkaitan langsung secara keilmuan.

“Hasil keluarga sehat, yang dilakukan di Puskesmas kemarin itu nomer satu di Kota Kediri adalah kasus Hipertensi. Yang salah satunya penyebabnya adalah perilaku merokok, tapi keterkaitan langsung secara keilmuan kami masih belum bisa mengatakan secara tepat. Sekitar 60 persen kasus ditemukan Hipertensi di keluarga sehat,” imbuhnya.

Sementara itu, Dosen Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya Hario Megatsari memberikan banyak masukan agar rancanangan Perda tersebut dapat segera selesai.

Ia menegaskan di Perda ini bukan berarti melarang mayarakat untuk merokok, melainkan hanya memastikan kawasan tanpa asap rokok.

“Kalau melihat dari daerah lain, KTR di Kota Kediri ada beberapa yang perlu diperhatikan yaitu lokasi. Agar bisa sesuai dengan PP dan Undang Undang yang ada, ketika kami mereview memang sudah sesuai, meskipun ada beberap penambahan. Kemudian yang kedua terkait dengan sanksi. Jangan sanksi itu memberatkan, dan jangan sampai sanksi itu kemudian menjadi bumerang ya. Esensi Perda ini adalah melakukan edukasi kepada publik dan tidak untuk melarang orang untuk merokok,” tandasnya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.