Dinkes Tulungagung Gelar Imunisasi Masal Kasus Campak di Ringinpitu

Rudy Hartono - 2 April 2026
Petugas kesehatan memberikan imunisasi campak kepada balita dalam kegiatan ORI di Desa Ringinpitu, Kedungwaru, Tulungagung. (sumber: antara)

SR, Tulungagung – Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi massal di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru sebagai upaya menekan peningkatan kasus campak di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung dr. Aris Setiawan mengatakan ORI menyasar sebanyak 350 balita usia 9 hingga 59 bulan.

“Kami menerapkan ORI di Ringinpitu karena jumlah suspek campak cukup tinggi, sehingga seluruh balita menjadi sasaran vaksinasi tanpa melihat status imunisasinya,” kata Aris, di Tulungagung, Rabu (1/4/2026).

Ia menyebut hingga Maret 2026, Dinkes mencatat sebanyak 44 suspek campak dan satu kasus terkonfirmasi positif di Tulungagung.

Menurut dia, jumlah tersebut meningkat dibanding periode yang sama tahun 2025 yang hanya mencatat sekitar 20 suspek dan satu kasus positif.

Aris menjelaskan, secara umum rekomendasi Kementerian Kesehatan untuk wilayah Tulungagung masih sebatas imunisasi kejar bagi balita yang belum atau belum lengkap mendapatkan vaksin campak.

Namun, berdasarkan hasil kajian epidemiologi, Desa Ringinpitu ditetapkan sebagai lokasi intervensi ORI karena konsentrasi kasus yang lebih tinggi.

“Meski belum masuk kategori kejadian luar biasa, kami lakukan ORI untuk mempercepat pembentukan kekebalan kelompok,” ujarnya.

Selain ORI, Dinkes juga terus melakukan pendataan balita yang belum mendapatkan imunisasi campak untuk segera diberikan vaksinasi.

Ia mengimbau masyarakat tidak panik dan segera membawa balita ke fasilitas kesehatan jika belum mendapatkan imunisasi campak.

“Vaksinasi bisa dilakukan di posyandu maupun puskesmas. Ini langkah paling efektif untuk mencegah penularan,” katanya.

Petugas kesehatan memberikan imunisasi campak kepada balita dalam kegiatan ORI di Desa Ringinpitu, Kedungwaru, Tulungagung. Dinkes setempat menyasar 350 balita untuk menekan peningkatan kasus campak di wilayah tersebut. (*/ant/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.