Imbas Pembatasan, Jumlah Penumpang KA Terus Menurun

Yovie Wicaksono - 8 April 2020
Ilustrasi. Suasana di Stasiun Surabaya Gubeng, Kamis (19/3/2020). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira).

SR, Surabaya – PT KAI Daop 8 Surabaya telah  melakukan langkah pembatasan daya kapasitas angkut penumpang kereta api (KA), baik di KA Lokal maupun KA Jarak Menengah/Jauh guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Dimana untuk KA Lokal, daya okupansi maksimalnya dikurangi dari 150 persen menjadi 50 persen. Sementara untuk kereta api jarak jauh dan menengah daya kapasitas maksimumnya dikurangi dari kapasitas 100 persen menjadi 50 persen.

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto mengatakan akibat dari kebijakan pembatalan sejumlah kereta api dan pembatasan kapasitas daya angkut penumpang baik di KA jarak jauh/menengah  dan KA lokal, mengakibatkan penurunan jumlah penumpang yang sangat signifikan. 

Tercatat pada 1 Maret 2020, Jumlah penumpang yang naik di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya mencapai 40.148 orang dan jumlah penumpang yang turun mencapai 40.662 orang. Saat ini jumlah penumpang baik yang naik dan turun, angkanya semakin turun drastis, ini bisa terlihat dari jumlah penumpang pada 7 April 2020 yang naik 5.323 orang, dan yang turun 6.213 orang.

“Bagi masyarakat yang ingin membatalkan perjalanannya, PT KAI memperpanjang kebijakan pengembalian 100 persen untuk pembatalan tiket kereta api, hingga keberangkatan 4 Juni 2020, dari semula hanya sampai 29 Mei 2020,” ujarnya, Rabu (8/4/2020).

Ia menambahkan, penumpang dapat membatalkan tiket kereta melalui aplikasi KAI Access atau di loket stasiun yang melayani pembatalan (Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Pasar Turi, Stasiun Malang, Stasiun Mojokerto, Stasiun Sidoarjo dan Stasiun Bojonegoro). 

“Saat ini jumlah tiket yang dibatalkan di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya dari periode 1 sampai dengan 7 April 2020 mencapai 10.079 tiket,” tandasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.