Gempa Jember M 5,1 Terasa hingga Bali dan Hentikan Sementara 2 Kereta Api
SR, Jember — Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah tenggara Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (26/5/2026) sore. Getaran gempa yang terjadi sekitar pukul 15.39 WIB itu dirasakan di sejumlah wilayah di Jawa Timur hingga Bali, di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang libur Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Akibat gempa itu, perjalanan dua kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember sempat dihentikan. Dua kereta api yang sempat dihentikan sementara yakni KA Sangkuriang relasi Ketapang-Bandung dan KA Pandanwangi relasi Jember-Ketapang. Kedua kereta tersebut diberhentikan sambil menunggu hasil pemeriksaan jalur rel, jembatan, dan prasarana pendukung lainnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut episenter gempa berada di laut sekitar 99 kilometer tenggara Jember dengan kedalaman 14 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, mengatakan gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng bumi. “Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber, gempa memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike-slip,” kata Ricko dalam rilis resmi BMKG.
BMKG mencatat gempa dirasakan paling kuat di Jember dengan skala intensitas IV MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah.
Selain Jember, gempa juga dirasakan di Banyuwangi dengan intensitas III-IV MMI. Getaran turut dirasakan di Bondowoso, Malang, Kuta, dan Kuta Selatan dengan intensitas III MMI, serta Denpasar, Blitar, dan Trenggalek dengan intensitas II MMI. Meski dirasakan di sejumlah wilayah, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” terang Ricko.
Belum Ada Laporan Kerusakan
Sementara itu, Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan hingga pukul 15.52 WIB belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut. “Belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” kata Edy.
BPBD Jember juga meminta para camat di seluruh wilayah segera melaporkan apabila ditemukan dampak kerusakan akibat gempa.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan. Edy juga meminta warga menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa sebelum dipastikan aman. Sampai pukul 15.55 WIB belum ada laporan terjadinya gempa susulan atau aftershock. (*/red)
Tags: BMKG, gempa, jember, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





