Nol Pendaftar, SDN Pandankrajan 1 Mojokerto Tetap Gelar MPLS

Rudy Hartono - 15 July 2026
Para siswa SD N Pandankrajan 1 di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto didampingi gurunya menata rak kelas mereka dalam kegiatan MPLS. (net)

SR, Mojokerto – Beberapa siswa SD Negeri Pandankrajan 1 di Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto tampak beraktivitas di kelas masing-masing setelah sebelumnya melakukan apel bersama di halaman. Beberapa guru tampak menemani mereka di kelasnya, mulai dari menata kelas, dan kegiatan lainnya.

Sejak Senin (13/7/2026) hingga Rabu (15/7/2026), SDN Pandankrajan 1, menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tiap pagi.

Yang berbeda, pesertanya bukan dari kelas 1 SD, melainkan para siswa dari kelas 2 hingga kelas 5. Sebab, pada tahun ajaran baru ini SDN Pandankrajan 1 tidak memperoleh siswa baru seorangpun.

Meskipun tidak mendapat siswa baru di tahun ajaran baru kali ini, MPLS tetap diselenggarakan dengan menyasar siswa-siswa lama selama 3 hari.

”Ya harus terlaksana MPLS, bukan hanya kelas 1 saja. (Kelas) 2 sampai 6 juga harus terlaksana. Kalau kelas 1 kan 5 hari, kalau kelas 2 sampai 6 terserah lembaga masing-masing, kalau di sini 3 hari saja karena masih di awal tahap-tahap tahun ajaran baru,” ungkap Juwono, Kepala SD Negeri Pandankrajan 1, Selasa (14/7/2026), melansir Kompas.com.

Juwono menjelaskan, sekolah yang dipimpinnya sepi pendaftar lantaran faktor geografis sekaligus demografis.  Lokasi SDN Pandankrajan 1 berada di Kecamatan Kemlagi yang berbatasan dengan Kabupaten Lamongan.  Sementara letak SD-nya berada di sekitar area persawahan dengan jumlah penduduk yang relatif sedikit.

Di sisi lain, di Desa Pandankrajan terdapat 3 lembaga pendidikan dasar yang letaknya berada di beberapa dusun yang berbeda, salah satunya adalah SDN Pandankrajan 1 yang biasanya menampung siswa dari Dusun Pandansari, Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi.

”Kalau di sini, domisili paling dekat dari Dusun Pandansari. Di sana, pertumbuhan penduduk untuk anak yang masuk sekolah kelas 1 itu tahun ini tidak ada,” jelas Juwono.

Sejatinya dalam masa pendaftaran siswa baru, SD N Pandankrajan 1 sempat menerima pendaftar 1 orang. Namun hingga mendekati masa akhir pendaftaran, pendaftarnya tidak kunjung bertambah.

Hal itu membuat orang tua siswa yang mendaftarkan anaknya khawatir, anaknya tidak memiliki teman. Sehingga, orang tua calon siswa itu membatalkan pendaftaran dan pindah ke sekolah lain di Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.

”Mestinya mau ke sini memang. Bapak dan ibu guru mau saja meskipun 1, 2, mau saja demi melayani tumbuh kembang belajar anak. Tapi orang tuanya cari yang ada temannya,” ujar Juwono.

Di SDN Pandankrajan 1 saat ini memiliki 22 siswa yang terdiri dari siswa kelas 2, 3, 4, dan 5. Sementara dua kelas, yakni kelas 1 dan 6 tidak ada siswanya. Para siswa tersebut mendapat bimbingan belajar dari 7 orang guru, termasuk seorang kepala sekolah. (*/red)

 

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.