PENS Gandeng Swiss Luncurkan Program Spesialisasi dan Laboratorium PLTS Modern
SR, Surabaya — Pemerintah Swiss melalui proyek Renewable Energy Skills Development (RESD) resmi menghibahkan laboratorium PLTS mutakhir sekaligus meluncurkan program spesialisasi di PENS Surabaya. Langkah ini bertujuan memperkuat keterampilan sumber daya manusia untuk mendukung transisi energi nasional.
Penyerahan hibah ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) pada Rabu (15/7/2026) oleh pimpinan RESD dan PENS. Kerja sama strategis ini melibatkan BPSDM ESDM, SECO Swiss, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI.
Team Leader RESD, Dian Elvira Rosa, menyatakan bahwa bantuan ini adalah dukungan nyata Swiss bagi agenda transisi energi Indonesia. Ia berharap fasilitas tersebut dapat meningkatkan kualitas pembelajaran agar lulusan siap memenuhi kebutuhan industri.
Ia menyebut, tenaga kerja terampil tersebut disiapkan untuk mendukung sektor energi bersih, khususnya di wilayah Jawa Timur.
“Hibah peralatan laboratorium PLTS ini merupakan realisasi dukungan Pemerintah Swiss bagi Pemerintah Indonesia untuk mendorong transisi energi,” ujar Dian.
Menyambung hal tersebut, Direktur PENS, Dr.-Ing. Ir. Arif Irwansyah, S.T., M.Eng. menekankan pentingnya teknologi ini mengingat Jawa Timur merupakan poros industri yang dituntut melakukan dekarbonisasi. Laboratorium hibah ini memungkinkan mahasiswa dan dosen melakukan praktik langsung dengan standar teknologi terbaru.
“Hibah laboratorium PLTS dari Pemerintah Swiss ini memungkinkan mahasiswa dan dosen PENS melakukan praktik langsung dan riset terapan,” tegas Arif.
PENS, lanjutnya, berkomitmen melahirkan ahli teknik yang berkontribusi pada pengembangan energi bersih di tanah air.
“Hibah laboratorium PLTS dari Pemerintah Swiss ini memungkinkan mahasiswa dan dosen PENS melakukan praktik langsung dan riset terapan dengan teknologi mutakhir. Kami berkomitmen mencetak lulusan kompeten yang siap berkontribusi dalam pengembangan teknologi energi terbarukan di Indonesia,” tuturnya.
Adapun, paket hibah mencakup berbagai tipe panel surya, perangkat keselamatan, hingga sistem penyimpanan energi baterai (battery energy storage system). Sinergi pendanaan lintas negara ini krusial untuk menjaga stabilitas serta keandalan sistem pembangkit listrik.
Dukungan RESD Fase II juga meliputi pengembangan kurikulum berbasis industri dan pelatihan teknis bagi dosen oleh tenaga ahli Swiss. Program ini juga memfasilitasi kegiatan kuliah tamu industri serta penyelenggaraan tracer study secara rutin.
Sejak 2020, proyek RESD telah mencatatkan keberhasilan dengan tingkat penyerapan kerja lulusan politeknik mencapai 80 persen. Kehadiran PENS sebagai mitra baru diharapkan semakin memperluas dampak positif program ini hingga tahun 2028. (hk/red)
Tags: laboratorium plts modern, PENS, program spesialisasi, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





