200 ODGJ di Kota Kediri Diusulkan Menerima Vaksinasi Covid-19

Yovie Wicaksono - 1 June 2021
Ilustrasi vaksin virus Corona (Covid-19). Foto : (Shutterstock)

SR, Kediri – Sekira  200 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Kediri telah diusulkan oleh Dinas Sosial setempat untuk menerima vaksinasi Covid-19 di sejumlah Puskesmas.

Kasi Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Kediri, Sumarni menjelaskan, pihaknya masih terus melakukan upaya  pendataan terhadap mereka agar masuk dalam data penerima vaksin.

Bagi mereka yang masuk dalam  data penerima vaksin nantinya akan dikumpulkan di suatu tempat. Mereka yang tidak datang akan dijemput oleh pendamping ODGJ untuk dibawa ke Puskesmas. Sebaliknya, petugas medis dari Puskesmas akan  jemput bola mendatangi di kediaman penderita ODGJ.

“Ini masih kita data, kita usulkan kira-kira yang bisa divaksin. Karena bagi yang aktif kemungkinan kita tidak bisa vaksin, yang bisa divaksin mereka kondisi psikologisnya sudah bagus. Meskipun aktif jika masih bisa diarahkan, nanti juga kita daftarkan,” ujarnya, Senin (31/5/2021).

Masih kata Sumarni, mereka yang sudah terdata ini merupakan usulan dari masing-masing pendamping ODGJ yang tersebar di tiga wilayah Kecamatan. Setelah data terkumpul, selanjutnya diajukan ke Dinas Kesehatan.

“Ada 3 pendamping ODGJ per kecamatan yang mengusulkan. Tetapi Dinkes sendiri sudah bertindak melalui Puskesmas. Yang kita usulkan mungkin  200 orang ODGJ, karena dari 500 sekian, tercatat ada yang meninggal dunia, ada yang diketahui berasal dari kabupaten dan juga sebelumnya ternyata sudah  ada yang divaksin,” ujarnya.

Selain ODGJ, Dinsos Kota Kediri juga menerima usulan dari masing-masing pihak perangkat kelurahan terkait warga terlantar dan mengalami keterbelakangan mental agar dimasukan dalam database penerima vaksin.

“Makanya ini saya kumpulkan, nantinya mereka masuk dalam kategori ODGJ atau difabel (keterbelakangan mental). Kalau yang didata oleh pendamping sudah jelas gangguan jiwa. Data yang sudah terkumpul sudah diserahkan ke Dinkes pada tanggal 24 Mei 2021 lalu kalau tidak salah. Sebelum data saya kirim, ternyata sudah ada yang divaksin. Ternyata oleh pendamping ODGJ serta tim reaksi cepat susah dibawa  ke Puskesmas,” ujar Sumarni. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.