Hanya Dapat 2 Murid SDN Dilem Mojokerto Ogah Bergabung SDN Lain

Rudy Hartono - 15 July 2026
Guru SDN Dilem di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto mengajar 2 siswa barunya di momen tahun ajaran baru 2026/2027.(net)

SR, Mojokerto – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dilem di Desa Dilem, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, terpaksa memulai tahun ajaran baru dengan pendaftar minim.

Tahun ajaran 2026/2027, SDN yang berada di lereng Pegunungan Anjasmoro tersebut hanya menerima dua orang siswa baru, meningkat dari tahun sebelumnya yang sama sekali tidak mendapat murid.

Kepala SDN Dilem, Uswatun Khasanah, mengaku tetap bersyukur meski di tahun ajaran baru ini sekolahnya hanya menerima dua siswa baru. Sebab, menurut dia, jumlah itu ada peningkatan dibanding tahun ajaran sebelumnya yang sama sekali tidak menerima siswa baru.

Dengan penambahan dua siswa baru, Uswatun menyebut, terdapat lima kelas yang terisi siswa dengan total 18 siswa. Di antaranya kelas 1, kelas 3, 4, 5, dan kelas 6.

”Alhamdulillah, untuk tahun ajaran 2026-2027, SDN Dilem mendapatkan siswa baru dua anak. Satu perempuan dan satu laki-laki,” ungkap Uswatun Khasanah Selasa (14/7/2026) seperti dilansir saat ditemui Kompas.com.

Dia menjelaskan, meskipun SD-nya jadi satu-satunya sekolah di Desa Dilem, sedikitnya jumlah siswa terjdi lantaran faktor geografi dan demografi.

Menurut dia, SD tersebut berada di lereng pegunungan. Sementara Desa Dilem hanya ditinggali sebanyak 90 kepala keluarga (KK).

Terkait dua siswa baru, Uswatun menyebut, keduanya telah menjadi teman sejak duduk di bangku TK. ”Desa terpencil di Kecamatan Gondang. Penduduknya sedikit, hanya satu dusun di satu desa. Tahun kemarin justru tidak ada siswa barunya. Tidak ada yang daftar ke sini, dan memang usianya masuk sekolah SD tidak ada yang tahun kemarin, dan tahun ini ada dua,” katanya.

Meskipun hanya memiliki dua siswa baru, Usatun Khasanah menegaskan bahwa kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Dilem tetap berjalan.

”Alhamdulillah, kegiatan wajib mengajar tetap sesuai dengan aturan Dinas Pendidikan, kami selalu melaksanakan. Alhamdulillah, prestasi di SDN Dilem juga tidak kalah dengan sekolah yang ada di bawah,” ungkap Uswatun Khasanah.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar, menjelaskan bahwa terdapat 385 lembaga pendidikan dasar di Kabupaten Mojokerto.

Dari jumlah tersebut, hanya 132 lembaga pendidikan yang memenuhi jumlah kuota rombongan belajar (rombel) yang dibuka masing-masing lembaga pendidikan dasar sebanyak 28 siswa baru. ”Yang tidak memenuhi rombongan belajar yang dibuka, artinya ada yang cuma tujuh, dapat lima, itu ada 253 sekolah,” ungkap Amsar.

Terkait SDN Dilem, Amsar mengakui bahwa SD tersebut jadi satu-satunya SD di desa Dilem, Gondang, Kabupaten Mojokerto.

Meskipun setiap tahun beberapa sekolah di Mojokerto, termasuk SDN Dilem, mendapat siswa sedikit, dia menegaskan tak serta merta sekolah tersebut bisa digabung dengan sekolah lain.

Hal itu, menurut Amsar, untuk mengantisipasi munculnya anak tidak sekolah (ATS) karena masalah jarak sekolah yang berubah. ”Kalau ini kami merger, akan rawan terhadap anak tidak sekolah. Karena jauh ke mana-mana. Jadi angka lahir anak yang sekolah tahun ini, antara 6 hingga 7, memang hanya dua ini,” pungkasnya. (*/red)

 

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.