Geliat Kampung Semanggi Dimulai dari Gigihnya 5 Petani Sememi Surabaya

Rudy Hartono - 13 June 2024
Salah seorang penjual pecel semanggi, makanan khas Surabaya. (foto:aji saka/superradio.id)

SR, Surabaya – Semanggi adalah sekelompok tanaman paku air (Salviniales) dari genus Marsilea yang di Indonesia mudah ditemukan di pematang sawah atau tepi saluran irigasi.

Morfologi tumbuhan marga ini khas, karena bentuk entalnya yang menyerupai payung yang tersusun dari empat anak daun yang berhadapan. Akibat bentuk daunnya ini, nama “semanggi” dipakai untuk beberapa jenis tumbuhan dikotil yang bersusunan daun serupa, seperti klover.

Semanggi saat ini menjadi makanan khas Surabaya, bahkan di wilayah surabaya barat tepatnya di wilayah Kendung RW 03 Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, ada Kampung Semanggi yang di resmikan pada tahun 2017. Sebelum menjadi Kampung Semanggi, kampung ini dulunya dikenal dengan Kampung Kendung.

Sejarah di awali pada tahun 1960, seperti yang di ceritakan, Parmo, Ketua Kampung Berseri Astra (Program CSR Astra) kepada superradio.id. “Bermula  ada lima orang penjual pecel semanggi gendong berasal dari Kampung Kendung. Mereka mencari semanggi di hutan dan sawah sekitar rumahnya, hingga jauh ke Lamongan, Mojokerto, dan Pasuruan,”kisah Parmo.

Kampung Semanggi, di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Surabaya. (foto:ajisaka/superradio.id)

Seiring berjalananya waktu para pedagang semanggi berinisiatif untuk membudidayakan semanggi di Kampung Kendung. Bahkan karena lahan pertanian yang di rasa kurang para petani semanggi sampai harus membudidayakan semanggi di luar daerah kendung.

“Sampai saat ini para petani semanggi di daerah Kendung berjumlah 20 orang dan pedagang pecel semanggi berkisar 120 pedagang,”ungkap “Parmo.

Proses sebelum dijual, semanggi yang sudah dipanen sengaja dijemur oleh para petani agar kering.  Biasanya semanggi mulai dijemur pukul 10.00 WIB. Kalau memang cuaca benar-benar panas, semanggi dijemur cukup 2,5 jam. Usai dijemur, para penjual semanggi akan datang mengambil semanggi kering dari para petani.

Tanaman semanggi yang tumbuh di sawah

Semenjak di tetapkan sebagai kampung semanggi, taraf hidup petani dan penjual semanggi meningkat dari segi pereknomian. Apalagi dengan adanya Program CSR Astra yang memberikan bea siswa kepada anak anak petani dan penjual semanggi mulai tingkat SD sampai SMA.

Di sela sela obrolan dengan Parmo, ada sentilan yang di sampaikan Ketua RW 03, Chusnul Arif yang sangat menyayangkan kurangnya sentuhan dari pihak yang berwenang. Harusnya pihak-pihak berwenang lebih peduli dan lebih memperhatikan kampung semanggi agar lebih menarik dan benar benar menjadi ikon wisata khas kuliner Surabaya.  (as/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.