PPIH Surabaya: 6 Jemaah Wafat Di Tanah Suci Dimakamkan Penuh Penghormatan
SR, Surabaya – Di tengah dinamika operasional hari ke-20 di Embarkasi Surabaya, suasana haru menyelimuti pencapaian target keberangkatan.
Data Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menunjukkan bahwa hingga saat ini, terdapat enam jemaah haji asal Embarkasi Surabaya yang dinyatakan wafat saat berada di Tanah Suci
Daftar jemaah yang berpulang terdiri dari sosok-sosok yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Mereka adalah Kamariyah Dul Tayib dan Abd Wachid (Kabupaten Pasuruan), Fajar Puja Sasmita (Kota Malang), Sibiatun Saji (Kabupaten Lamongan), Mustika Rajim D (Kabupaten Gresik), serta Suyono Reso (Kabupaten Jombang). Perjuangan mereka untuk sampai ke Tanah Suci menjadi kenangan bagi keluarga dan petugas yang mendampingi proses keberangkatan mereka di asrama haji.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para jemaah di Tanah Suci. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkap Mohammad As’adul Anam, Ketua PPIH Embarkasi Surabaya dalam pernyataan resminya.
Anam menegaskan bahwa setiap jemaah yang berangkat adalah tanggung jawab moral bagi penyelenggara hingga akhir hayat mereka.
Terkait penanganan jenazah, PPIH memastikan bahwa seluruh prosedur dijalankan dengan penuh penghormatan sesuai regulasi internasional dan syariat. Berdasarkan laporan medis, jemaah yang wafat telah mendapatkan penanganan kesehatan sesuai prosedur sebelum akhirnya dimakamkan di Arab Saudi sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi jemaah haji mancanegara.
Di tengah kabar duka itu, PPIH Embarkasi Surabaya berkomitmen untuk terus mengawal sisa masa operasional dengan standar pelayanan tertinggi. Anam menegaskan pihaknya akan terus menjaga kualitas pelayanan agar seluruh proses operasional pemberangkatan berjalan
Hingga saat ini, sebanyak 26.931 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci, yang mencakup 61 persen dari total rencana pemberangkatan musim haji 1447 H/2026 M.
Kondisi fisik jemaah memang menjadi tantangan besar, terutama bagi jemaah lansia seperti Tukiran Abd Razak yang berusia 98 tahun. Saat ini, masih terdapat 11 jemaah yang tertunda keberangkatannya di asrama haji karena alasan kesehatan dan sedang dalam masa observasi. Keteguhan jemaah lansia di satu sisi, dan kerentanan kesehatan di sisi lain, menjadi pengingat bagi petugas untuk terus meningkatkan pengawasan medis di lapangan. (js/red)
Tags: arab saudi, embarkasi surabaya, ibadah haji, superradio.id, wafat
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





