Gandeng TNI-Polri hingga Taruna PPI, Stasiun Mojokerto Perketat Keamanan Arus Mudik

Yovie Wicaksono - 20 March 2026
Suasana Pemeriksaan Penumpang di Stasiun Mojokerto. Foto : (Super Radio/Nur Ifa)

SR,Mojokerto – Mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode libur Hari Raya Idulfitri Stasiun Mojokerto mengoperasikan Posko Arus Mudik. Posko ini disiagakan mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026.

Kepala Stasiun Mojokerto, Jemian Triahadi, menyatakan, fokus utama agenda tahunan ini adalah penebalan personel guna menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang di area stasiun.

“Kami melakukan penambahan personel keamanan dengan menggandeng TNI dan Polri wilayah setempat. Petugas dibagi dalam dua shift jaga, masing-masing selama 12 jam, untuk memastikan area stasiun tetap kondusif,” ujar Jemi saat diwawancarai Super Radio, Jumat (20/3/2026).

Selain unsur pengamanan, pihak stasiun juga menambah 15 personel pendukung operasional. Mereka terdiri dari sembilan anggota komunitas pecinta kereta api (railfan) dan enam taruna dari Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun melalui program mikro magang.

Stasiun Mojokerto. Foto :(Super Radio/Nur Ifa)

Khusus untuk taruna PPI, mereka diperbantukan selama masa puncak mudik, yakni 16-18 Maret dan 22-24 Maret 2026.

“Kehadiran mereka sangat membantu operasional pada jam-jam sibuk pagi dan siang hari, di mana volume penumpang meningkat signifikan dari hari biasanya,” lanjut Jemi.

Dari sisi kesehatan, Stasiun Mojokerto menyediakan posko medis yang beroperasi 24 jam dengan dukungan dari Klinik Medika Mojokerto (Daop 8 Surabaya). Mereka menyiagakan satu personel medis yang selalu standby di lokasi.

Tak hanya itu, Stasiun Mojokerto juga menjalin kerja sama dengan sejumlah rumah sakit rujukan di Mojokerto, antara lain RS Reksa Waluya, RS Gatoel, dan RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo. Satu unit ambulans juga disiagakan untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Jemi menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas pelayanan selama masa angkutan Lebaran melalui sinergi antar lini.

“Kami terus melakukan sinergi kuat antar petugas, mulai dari bagian operasional, pelayanan, keamanan, hingga kebersihan demi kenyamanan penumpang,” tegasnya.

Kesiapan fasilitas ini mendapat apresiasi dari pengguna jasa kereta api. Yeni (49), penumpang asal Surabaya, mengaku lebih memilih kereta api karena faktor kepraktisan dan keamanan

“Naik kereta itu simpel dan lebih aman. Kalau naik bus biasanya harus oper beberapa kali. Kebetulan stasiun pemberhentiannya juga dekat dari rumah,” tutur Yeni. (fa/red)

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.