Setiap Orang Akan Mengalami Situasi Disabilitas, Meski Bersifat Sementara
SR, Surabaya – Saat mendengar kata “disabilitas”, kebanyakan orang langsung membayangkan kondisi permanen, seperti tuna netra, pengguna kursi roda, atau difabel intelektual. Tapi tahukah Anda, bahwa disabilitas tidak selalu bersifat seumur hidup? Banyak kasus disabilitas yang bersifat temporer alias sementara, dan ini jarang dibahas.
Misalnya, seseorang yang mengalami cedera lutut dan harus berjalan dengan alat bantu selama beberapa bulan, atau seseorang yang kehilangan kemampuan bicara karena trauma atau operasi. Dalam kondisi itu, meskipun bersifat sementara, mereka tetap menghadapi keterbatasan yang serupa dengan penyandang disabilitas permanen.
Menurut definisi WHO dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016, disabilitas adalah hambatan jangka panjang atau pendek yang membatasi partisipasi seseorang dalam masyarakat.
Hal ini penting untuk disadari karena faktanya, sebagian besar dari kita pernah atau akan mengalami kondisi disabilitas temporer, entah karena kecelakaan, sakit, atau proses penuaan. Tetapi karena label “difabel” sering dianggap sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan kebanyakan orang, empati dan perhatian terhadap aksesibilitas masih sering terabaikan.
WHO mencatat bahwa menciptakan lingkungan dengan universal design, desain yang ramah semua orang, termasuk mereka dengan keterbatasan temporer seharusnya menjadi standar, bukan pengecualian.
Inklusi tidak melulu tentang “mereka yang terlihat berbeda”, tapi juga tentang kita semua. Karena disabilitas, ternyata, adalah pengalaman manusia yang bisa datang sewaktu-waktu—dan siapa pun bisa mengalaminya, meski hanya sebentar. (*/dv/red)
Tags: disabilitas, kecelakaan, penuaan, sementara, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





