Ekskavasi Situs Sentonorejo Mojokerto Ungkap Jejak Permukiman Elite Majapahit

Rudy Hartono - 5 July 2026
Tim ekskavasi menggali tanah untuk mencari potensi yang terpendam di kawasan Situs Sentonorejo, Trowulan, Kabupaten Mojokerto.(net)

SR, Mojokerto – Tim arkeolog yang mengekskavasi Situs Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, berupaya mengintegrasikan hasil penelitian terdahulu untuk mengungkap dugaan kawasan permukiman elite pada masa Kerajaan Majapahit.

Langkah tersebut dinilai menjadi titik awal untuk memahami kawasan Sentonorejo secara lebih utuh, setelah berbagai penelitian sebelumnya dilakukan secara terpisah dan belum saling terhubung.

Dosen Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) Dwi Pradnyawan mengatakan, ekskavasi yang berlangsung pada 24 Juni hingga 8 Juli 2026 itu tidak hanya bertujuan menggali temuan arkeologi, tetapi juga menyatukan data, metode, dan hasil penelitian dari berbagai lembaga.

“Selama ini penelitian yang dilakukan banyak. Dari UGM pernah, Universitas Indonesia juga pernah, termasuk Balai Arkeologi dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional sebelum menjadi BRIN. Namun, penelitian itu dilakukan secara sporadis dengan metode masing-masing sehingga belum terintegrasi,” kata Dwi seperti dilansir kompas.com.

Menurut Dwi, Balai Pelestari Kebudayaan (BPK) kini berupaya mengintegrasikan berbagai hasil penelitian tersebut agar seluruh data dapat dikoordinasikan dan didiskusikan secara bersama.

Diduga Bagian dari Permukiman Elite Dwi menjelaskan, sejumlah kajian akademik selama ini menginterpretasikan Desa Sentonorejo sebagai kawasan Sentono yang diduga menjadi permukiman elite para bangsawan pada masa Majapahit.

Dugaan tersebut didasarkan pada sejumlah temuan arkeologis, salah satunya lantai berbentuk segi enam yang hingga kini hanya ditemukan di Sentonorejo.

Selain itu, karakteristik permukiman di kawasan tersebut juga dinilai berbeda dibandingkan situs-situs lain di Trowulan. Menurut dia, penelitian kali ini diharapkan dapat melihat keterkaitan antarsitus yang selama ini dikaji secara terpisah.

“Kalau saya bilang ini dari nol. Kami ingin melihat lagi apa yang selama ini terputus. Padahal sebenarnya mungkin ini satu permukiman besar yang tidak bisa dilepaskan dengan situs lain, seperti Segaran, PIM, Bajang Ratu, Kumitir, hingga Klinterejo,” ujar Dwi.

Harapkan Gambaran Lebih Utuh

Ketua Tim Ekskavasi Situs Sentonorejo dari Balai Pelestari Kebudayaan (BPK) Jawa Timur, Muhammad Ichwan, mengatakan upaya mengintegrasikan hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kawasan tersebut.

“Memang dari peneliti mengatakan di sini merupakan permukiman elite. Itu berdasarkan artefak dan data arkeologi yang berbeda dengan situs lainnya,” kata Ichwan.

Sebelumnya, tim arkeolog dari BPK Jawa Timur bersama Departemen Arkeologi FIB UGM melakukan ekskavasi di dua titik di sekitar Situs Umpak Sentonorejo sejak 24 Juni hingga 8 Juli 2026. Penggalian dilakukan untuk memetakan potensi kawasan sekaligus menyelamatkan tinggalan arkeologi era Majapahit.

Hingga kini, tim telah menemukan sejumlah struktur bangunan serta pecahan keramik dan gerabah yang diduga merupakan bagian dari kawasan permukiman elite pada masa Majapahit. (*/red)

 

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.