Fakultas Ilmu Budaya Unair Bekali Generasi Muda Penulisan Narasi Diri
SR, Pasuruan – Magister Kajian Sastra dan Budaya (MKSB), Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga (UNAIR) yang tergabung dalam tim pengabdian, menggelar workshop Self-Narrative yaitu penulisan narasi diri.
Workshop yang diselenggarakan di SMPN 4 Tosari Satu Atap, Pasuruan pada Kamis (03/10/2024) ini berfokus pada pelestarian budaya lokal, salah satunya menjaga keberlanjutan identitas masyarakat adat Tengger di tengah tantangan modernitas dan globalisasi yang dihadapi generasi muda.
Ketua Prodi MKSB Unair Edi Dwi Riyanto menerangkan, workshop Self-narrative memiliki tujuan untuk melatih siswa SMP Tosari dalam teknik penulisan narasi diri. Siswa juga diharapkan bisa mengungkapkan identitas budaya sebagai bagian dari masyarakat Adat Tengger melalui foto-foto yang diambil para siswa.
“Dalam konteks budaya yang terus berubah akibat penetrasi teknologi dan pariwisata, penulisan narasi diri menjadi media yang penting untuk memperkuat kesadaran mereka tentang akar budaya dan jati diri mereka,” imbuh Edi.
Menurut Edi tema ini muncul karena adanya keprihatinan terhadap ancaman yang dihadapi generasi muda Tengger dalam menjaga identitas budayanya. Ia juga menjelaskan ancaman tersebut muncul karena adanya dua aspek, yaitu aspek industri pariwisata dan aspek teknologi.
Workshop ini sebagai cara untuk mendorong anak muda Tengger dalam merefleksikan jati diri dan menjaga budaya mereka ditengah perubahan zaman.
“Aspek utama: pertama, pengaruh dari industri pariwisata yang semakin berkembang di wilayah Tosari, mengingat letaknya yang strategis di dekat Taman Nasional Bromo Tengger Semeru; kedua, dampak dari teknologi, khususnya internet dan media sosial, yang sering kali menggeser kebudayaan lokal. Penulisan “self-narrative” atau narasi diri dipandang sebagai cara untuk mendorong generasi muda Tengger merefleksikan jati diri mereka dan menjaga kelestarian budaya mereka di tengah perubahan zaman,” jelasnya.
Kemudian proses ini diharapkan bisa membantu siswa memahami peran identitas mereka dalam masyarakat, serta bisa mengekspresikan diri mereka dengan jujur dan penuh makna.
Kepala sekolah SMPN 4 Tosari Satu Atap Ummu Fikriyah mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk dari kolaborasi bersama dengan MKSB Unair yang mana pelatihan literasi ini untuk 80 siswanya.
Ia berharap dengan adanya pelatihan Self-Narative ini bisa membuat para siswa mampu menulis tentang kehidupan dan keseharian masyarakat Tosari secara mandiri.
“Sejak dua bulan belakangan, kami secara daring berhubungan dengan MKSB Unair untuk membicarakan pelatihan ini, hasilnya anak-anak antusias dan 100 persen mereka mengumpulkan foto-foto yang ada disekitar mereka,” terang ummu.
Pelatihan ini dimulai dengan pre-workshop, dimana setiap siswa diminta untuk mengumpulkan foto-foto yang menggambarkan kehidupan sehari-hari mereka atau elemen budaya yang ada diwilayah mereka. Foto-foto ini yang akan menjadi bahan utama selama sesi workshop.
Setelah para siswa mengambil foto, kemudian siswa diminta untuk menuliskan narasi yang menggambarkan cerita dibalik setiap foto yang mereka kumpulkan.
Disini antusias dari siswa terlihat dengan keaktivan mereka saat berinteraksi ditengah workshop, foto-foto yang mereka ambil memiliki bergam cerita, mulai dari aktivitas orang tua sebagai petani, sesaji dipura, bahkan aktivitas panen kubis. (*/rri/red)
Tags: Fakultas Ilmu Budaya Unair, pasuruan, penulisan narasi diri, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





