Inovasi Teknik Lukisan Tanpa Kuas di Pameran Fraktal ArtSpace Artotel Surabaya
SR, Surabaya – Pameran seni rupa “Fraktal” di Artspace lantai UG Artotel Hayam Wuruk Surabaya tidak hanya menonjolkan keindahan visual, tetapi juga menjadi panggung bagi eksperimentasi teknik yang luar biasa unik.
Salah satunya eksperimentasi yang disuguhkan XGO, seniman yang tumbuh dari budaya street art. Ia membawa teknik yang sangat spesifik dari jalanan ke dalam ruang galeri, yaitu teknik “tracing, cutting, spraying” atau stensil.
Uniknya, ia memilih untuk hampir sepenuhnya menghindari penggunaan kuas dan lebih mengandalkan cetakan fisik untuk membangun detail karyanya.
XGO menjelaskan betapa pentingnya proses teknis yang dikerjakan. “Semua karya saya ini pakai cetakan… satu karya ini saya bisa menghasilkan sekitar 150 lebih cetakan dan cetakannya itu pasti saya dokumentasikan, saya arsipkan. Jadi originalitas dari perkarya itu ya arsip cetakannya itu,”ungkap XGO saat ditemui di sela pembukaan pameran lukisan bertajuk “Fraktal”, Jum’at (5/6/2026).

Lebih jauh lagi, bagi XGO, nilai sebuah karya tidak hanya terletak pada kanvas yang dipajang, melainkan pada “master” atau cetakan yang ia buat sendiri secara manual. Baginya, eksplorasi stensil di atas kanvas adalah cara untuk memindahkan energi “menonjok” dari grafiti jalanan ke dalam medium yang lebih halus tanpa menghilangkan identitasnya sebagai street artist.
Selain XGO, ada perupa Anas Hope dan Roni Sanjaya yang juga memamerkan karya-karya unik mereka. Ketiganya menjadikan kanvas sebagai ruang pengakuan dosa, meja terapi psikologis, sekaligus panggung teater tempat mereka menertawakan kegaduhan dunia modern.
Atas kreasi para perupa, kurator lukisan Frigidanto Agung menjelaskan bahwa tajuk “Fraktal” dipilih karena karya para seniman ini mencerminkan konsep geometri di mana bentuk-bentuk saling menjalin dan berkelindan. Ia melihat bahwa pemisahan satu bentuk dengan bentuk lainnya di atas kanvas sebenarnya adalah proses menciptakan ruang hidup yang baru.

“Memisahkan bentuk satu dan lainnya selalu membuat ruang baru dalam geometri. Bentuk-bentuk ini mempunyai warna, batas melalui garis dan kumpulan bentuk yang saling berkelindan pada bidang gambarnya,” papar Agung
Konsep fraktal ini, menurut Agung, bukan sekadar urusan matematika, melainkan hasil interaksi seni yang memiliki sisi kesejarahan yang kuat. Dengan menyusun bentuk-bentuk seperti lingkaran atau persegi, para seniman berhasil mengubah bidang datar menjadi sesuatu yang terasa tidak terhingga. Bagi publik yang ingin menyaksikan dari dekat karya-karya imajinatif tiga perupa itu bisa berkunjung di Artspace lantai UG Artotel Hayam Wuruk Surabaya. Pameran lukisan itu digelar dari Jumat (5/6/2026) hingga 5 September 2026, terbuka untuk umum secara gratis. (js/red)
Tags: artotel hayam wuruk surabaya, artspace, fraktal, pameran lukisan, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





