Hebat! Surabaya Angkut 1 Ton Sampah Plastik Sungai Per Hari
SR, Surabaya – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap tanggal 5 Juni, pada 2026 ini menjadi momentum penting bagi Surabaya, Jawa Timur.
Kota Pahlawan dipercaya menjadi lokasi peluncuran Program Pengelolaan Sampah Plastik Sungai, sebuah gerakan kolaboratif yang bertujuan mengurangi kebocoran sampah plastik sebelum mengalir ke laut.
Program tersebut melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, UNDP Indonesia, Tim Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah Plastik Laut (TKN PSL), LSM Ecoton, Lohjinawi, akademisi, sektor swasta, hingga masyarakat yang tinggal di sekitar sungai.
Dengan dua lokasi yang menjadi fokus implementasi, yakni Kali Tebu dan Kali Mrutu, kawasan yang selama ini menjadi perhatian dalam upaya pengendalian pencemaran lingkungan.
“Saya pertama terima kasih ya dari seluruh kementerian, KLHK, Kemenko Pangan, dan seluruh kementerian yang lain. Surabaya ditunjuk menjadi salah satu lokasi soft launching terkait dengan operasionalisasi sampah plastik, dan di Hari Lingkungan ini dilakukan di Surabaya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Muhamad Fikser, Jumat (5/6/2026).
Satu Ton Sampah Plastik Diangkat Setiap Hari
Apalagi, menurut dia, program yang berjalan di Kali Tebu dan Kali Mrutu menunjukkan hasil yang nyata. Setiap hari, sekitar satu ton sampah plastik berhasil diangkat dari sungai oleh para pegiat lingkungan.
“Satu hari 1 ton sampah plastik yang kemudian diambil oleh teman-teman Ecoton maupun Lojinawi,” kata pria yang biasa disapa Fikser tersebut Dia menyebut, Pemkot Surabaya memberikan dukungan penuh agar program tersebut berjalan maksimal. Tidak hanya fokus membersihkan sungai, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat.
“Kami memfasilitasi tempat bagi teman-teman NGO ini. Pak Wali (Walikota) sudah pesan support habis seluruh kebutuhan teman-teman ini. Sehingga kita tidak hanya itu (ambil sampah), tapi ada edukasi kepada warga di sekitar untuk menjaga lingkungan,” ujarnya.
Penilaian Penumpang Sampah Jadi Sumber Penghidupan
Sementara itu, salah satu sisi menarik dari program ini adalah keterlibatan warga sekitar. Sampah yang berhasil dikumpulkan tidak langsung dibuang, melainkan dipilah dan dikelola sehingga memiliki nilai ekonomi.
“Bentuk kolaborasinya adalah menghambat sampah plastik dari sungai sebelum ke laut, pembersihan sungai, dan edukasi masyarakat tentang bahaya sampah plastik. Dari hasil sampah yang diambil, dilakukan pemilahan dengan memanfaatkan warga lokal,” ungkap Muhamad Fikser.
“Ternyata warga juga bisa bekerja di Ecoton dan Lojinawi dan mereka mendapatkan manfaat ekonomi. Sampah disortir, di-packing, lalu dijual,” katanya lagi.
Program ini membuktikan bahwa persoalan lingkungan tidak hanya dapat diselesaikan melalui pendekatan teknis, tetapi juga melalui pemberdayaan masyarakat.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Muhamad Fikser saat peluncuran Program Pengelolaan Sampah Plastik Sungai menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada Surabaya.
Sementara itu, Koordinator Sekretariat Tim Penanganan Sampah Laut (TKN PSL), Ahmad Bahri Rambe, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Uni Emirat Arab yang dijalankan bersama UNDP.
“Jadi kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota. Kemudian, akhirnya dari kami menunjuk UNDP sebagai implementing agency-nya,” kata Ahmad.
Untuk itu, program ini berjalan di lima wilayah, yakni Surabaya, Sidoarjo, Bekasi, Surakarta, dan Bali. Namun, Surabaya menjadi kota pertama yang melaksanakan peluncuran.
“Surabaya menjadi kota pertama yang di-launching dan project ini sudah berjalan di Kota Surabaya. Harapannya nanti Surabaya menjadi kota percontohan di antara lima tadi, sehingga semuanya bisa meniru apa yang sudah dilakukan Surabaya jika program ini sudah berhasil,” pungkasnya. (*/red)
Tags: Kebersihan sungai, percontohan nasional, superradi.id, surabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





