BPBD Pasang 12 CCTV dan 4 Sirine Pantau Status Semeru

Rudy Hartono - 8 June 2026
Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan 700 meter di atas puncak pada Kamis (4/6/2026) pagi.

SR, Lumajang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, memasang 16 perangkat early warning system (EWS) di sekitar lereng Gunung Semeru.

Sebanyak 16 perangkat tersebut terdiri dari 12 kamera Closed Circuit Television (CCTV) dan 4 sirine di sepanjang aliran lahar.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan bahwa 12 titik kamera CCTV dipasang di area-area rawan terdampak erupsi Gunung Semeru.

Menurut dia, hal ini sebagai upaya meningkatkan deteksi dini apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang saat ini masih berstatus Level III (Siaga).

“Kami sudah memasang 12 CCTV pemantau di sejumlah titik strategis yang berada di jalur aliran lahar maupun kawasan yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik,” kata Isnugroho di Lumajang, Jumat (5/6/2026) seperti dikutip dari kompas.com.

CCTV tersebut dipasang di beberapa lokasi strategis. Di antaranya, tiga unit diletakan di Batu Padat, satu unit di jalur perbukitan Piket Nol, serta satu unit di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

“Satu unit di Watu Kobong, satu unit di Pos Curah Kobokan, satu unit di Supiturang, satu unit di Antrukan, satu unit di titik penyeberangan Curah Kobokan, satu unit di Simbar, serta satu unit di DAS Kobokan,” ujarnya.

Selain CCTV, Isnugroho menyebut, BPBD juga telah memasang empat unit sirine di sejumlah lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi seperti di Batu Padat, Desa Supiturang, Pos Curah Kobokan dan Antrukan.

Tujuannya, saat terjadi peningkatan aktivitas Gunung Semeru, warga yang mendengar bunyi sirine agar segera bersiap meninggalkan lokasi tersebut dan mengevakuasi diri ke tempat yang aman.

“Kalau sirene berbunyi putus-putus, artinya masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan atau berada dalam kondisi siaga. Tapi jika sirene berbunyi dengan durasi lebih panjang dan terus-menerus, harus segera melakukan evakuasi ke tempat aman,” katanya.

Isnugroho mengungkapkan, BPBD Lumajang telah mengajukan tambahan alat mitigasi tambahan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pemasangan EWS di daerah rawan tsunami di Lumajang. Pasalnya, Kabupaten Lumajang memiliki garis pantai sepanjang 75 kilometer yang langsung menghadap ke Samudera Hindia.

Namun, hingga kini pihaknya masih menunggu kabar tindak lanjut pemerintah pusat. “Kami berharap pihak BNPB bisa menjadikan Semeru dan Lumajang prioritas utama dalam rangka mencegah terjadinya korban jiwa,” pungkasnya. (*/red)

 

 

 

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.