Dinas Pertanian Efektifkan Pestisida Tiran untuk Atasi Hama Tikus

Yovie Wicaksono - 17 October 2019
Gerakan Gropyokan Tikus di Gapoktan Ratih 1 Dusun Kranggan, Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Kamis (17/10/2019). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sejak beberapa hari terakhir, tanaman jagung seluas 0,5 hektare di Dusun Kranggan, Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, diserang hama tikus. 

Akibat serangan hama tikus tersebut, dua petani pemilik lahan bernama Bima dan Hasim mengalami kerugian. Keluh kesah para petani ini kemudian direspon oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri yang langsung menerjunkan petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Mantri Tani dan petugas pengamat organism penyakit tanaman (PUPT). 

Setibanya di lapangan petugas menyiapkan pestisida tiran, yakni obat yang bentuknya mirip flare ini kemudian dimasukan ke dalam lubang sarang tikus. Asapnya yang mengandung racun langsung masuk ke dalam lubang. Setelah asap masuk, lubang segera ditutup sehingga tikus yang ada di dalam tidak bisa keluar. Selanjutnya ditunggu selama 5 menit, dan tikus akan mati dengan sendirinya.

“Hari ini kita lakukan gerakan Gropyokan Tikus yang menggunakan pestisida tiran di Gapoktan Ratih 1 Dusun Kranggan, Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem,” ujar Koordinator Penyuluh Pertanian, Agus Hadi pada Kamis (17/10/2019).

Berdasarkan laporan yang masuk menyebutkan, luas tanah tanaman jagung yang didatangi oleh tim kisaran 15 hektare,  tetapi yang mendapat serangan hama tikus mencapai 0,5 hektare.

Menurutnya, setelah dilakukan Gropyokan Tikus hari ini, pihaknya masih harus menunggu perkembangan 2 minggu lagi. Apabila masih ada serangan hama tikus lagi, maka diperlukan tindakan pembasmian ulang. Jika tidak ada, berarti hama tikus yang ada di sekitar area tanaman jagung bisa dipastikan sudah tidak ada lagi. 

“Untuk mengamati berikutnya 2 minggu gimana serangannya. Jika tidak ada laporan berarti aman,” katanya. 

Ia menambahkan, hama tikus yang biasa menyerang tanaman ada tiga jenis, yakni tikus werok (ukuran besar), tikus tanggung (argentiventer) dan tikus minti (kecil).

Sebelum menyerang tanaman jagung, hama tikus ini juga sempat merusak tanaman tebu dilokasi yang sama.

Ketiga tikus ini memiliki tipikal pola menyerang pada bagian tanaman tertentu. Serangan hama tikus tidak hanya menyerang di Desa Nambaan, tetapi juga di Dusun Kale, Desa Wonocatur.

“Selain disini kemarin juga ada laporan di Dusun Kale, Desa Wonocatur. Rencana mau ngecek lahan. Masih tetangga desa. jadi ada dua yang terserang hama yakni Desa Nambaan dan Desa Wonocatur,” ujarnya.

Disamping itu, Agus Hadi juga menyarankan kepada para petani hendaknya menjaga kebersihan lingkungan dan perlu adanya sanitasi sebelum budidaya tanaman dilakukan. Hal itu perlu dilakukan sebagai upaya antisipasi serangan hama. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.