Hama: Ancaman Serius dalam Penyimpanan Dokumen Arsip

Rudy Hartono - 8 April 2026
Suara warga adalah artikel atau opini pribadi penulis dan bukan representasi redaksi Super Radio
Ilustrasi

Oleh : Alya Rizky Ika Putri, mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur)

SR, Surabaya – Hama seperti serangga rayap, dan jamur yang muncul menjadi ancaman serius dalam penyimpanan apapun, Contohnya dokumen-dokumen penting. Dalam penyimpanan yang lembap hama dapat lebih mudah berkembang biak dan bermunculan, serta menghancurkan dokumen penting dalam waktu singkat.

Kerusakan dokumen arsip dapat menyebabkan kertas berlubang, rapuh, bahkan tulisan atau gambar di dalamnya dapat memudar.

Dokumen yang hilang dapat menyebabkan masalah lebih serius dalam administrasi yakni diperlukan pengurusan ulang dan membutuhkan proses yang panjang.

Jenis hama yang sering ditemui dalam ruang penyimpanan dokumen antara lainnya yaitu rayap, kecoa, kutu buku (silver fish), tikus, jamur, dan lain-lain.

Rayap merupakan hama yang sangat berbahaya, hewan ini dapat menghabiskan kertas dengan jumlah yang banyak dalam waktu yang singkat. Hewan ini memakan serat kertas pada dokumen sampai berlubang, rapuh, lalu hancur.

Sementara itu, kecoa yang sering kita jumpai dalam rumah juga dapat meninggalkan kotoran dan noda, yang mengakibatkan dokumen kotor dan bau.

Kutu Buku atau silver fish merupakan serangga kecil yang memakan permukaan kertas dan bahan perekat, sehingga dokumen menjadi terkikis dan robek. Selain itu, tikus dapat merusak dokumen dengan cara menggigit dan meninggalkan kotoran yang mempercepat kerusakan dokumen.

Sedangkan jamur seringkali tumbuh pada kondisi lebisi dan meninggalkan noda yang membuat tulisan pudar dan sulit untuk dibaca.

Dokumen yang disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama, jika tanpa adanya upaya pencegahan dengan menjaga kebersihan ruang penyimpanan serta melakukan pemeriksaan secara rutin, dapat menimbulkan risiko kerusakan yang semakin parah dan dokumen arsip yang memiliki nilai penting dapat hilang. Oleh karena itu, sebaiknya kita melakukan pencegahan seperti melakukan fumigasi atau termite control.

Fumigasi merupakan proses pengendalian hama yang dilakukan dengan pengasapan bahan kimia tertentu dalam ruangan tertutup untuk membasmi hama yang dapat merusak dokumen. Pencegahan ini biasanya dilakukan pada ruangan yang terpapar hama dan luar ruangan seperti persawahan dan perkebunan.

Selain itu, terdapat pula metode pencegahan melalui termite control, yaitu pengendalian rayap dengan menggunakan bahan kimia antihama untuk melindungi bangunan sebelum dilakukan pembangunan. Langkah ini bertujuan untuk mencegah rayap masuk dan berkembang di area penyimpanan arsip.

Dengan penerapan termite control, bangunan diharapkan lebih terlindungi sehingga risiko kerusakan dokumen akibat serangan rayap dapat diminimalkan.Oleh karena itu, pengelolaan dan penyimpanan dokumen yang baik perlu mendapat perhatian serius, termasuk melalui upaya pencegahan terhadap hama.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keutuhan dokumen arsip sehingga tetap memiliki nilai guna sebagai sumber informasi dan bukti administrasi di masa mendatang. (*/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.