Desa Terdampak Lumpur Lapindo akan Dimerger dengan Desa Terdekat

Yovie Wicaksono - 31 December 2020
Lumpur Lapindo menenggelamkan belasan desa dan ribuan rumah di kawasan Porong, bukti praktek pertambangan yang merugikan masyarakat (foto : Srilambang)

SR, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan melebur tiga desa di Sidoarjo, yang wilayahnya paling terdampak semburan lumpur Lapindo Sidoarjo. Sebab ketiga desa itu sudah tidak bisa dinaikkan statusnya dari desa tertinggal.

Ketiga desa yang telah tenggelam tersebut meliputi Desa Besuki di Kecamatan Jabon, Desa Renokenongo di Kecamatan Porong, dan Desa Kedungbendo di Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. 

“Penyelesaianya adalah akan kita tata kembali dengan merger dengan desa-desa di sampingnya,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, Mochamad Yasin, di Surabaya, Rabu (30/12/2020).

Menurut Yasin, pihaknya telah mengajukan usulan peleburan ketiga desa itu kepada pemerintah pusat. Ditargetkan pada 2021 harus sudah tuntas, sehingga statusnya tidak mengambang atau menjadi jelas.

Dijelaskan Yasin, warga ketiga desa tersebut saat ini tinggal tersebar di sejumlah desa di sekitarnya. Namun pemerintahan dan pelayanan pemerintahan ketiga desa tersebut saat ini masih ada dan berjalan dengan baik.  

“KTP, pemerintahan, dan kadesnya dijabat Pj, masih ada karena hak pelayanan tidak boleh hilang, mau mengurus KTP harus tetap berjalan,” ungkapnya.

Usulan merger atau penggabungan ketiga desa terdampak lumpur Sidoarjo itu, lanjut Yasin, sudah mendapat persetujuan dari seluruh pihak terkait. Namun secara resmi masih menunggu persetujuan dari pemerintah pusat sehingga status baru desa-desa tersebut bisa ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.

“Sudah kita rapatkan, semua warga dan kepala desanya sudah setuju, namanya nanti kita musyawarahkan lagi, apakah pakai yang lama atau nama desa baru. Setelah disetujui (pemerintah pusat), akan ditetapkan melalui peraturan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo,” tegas Yasin yang juga PLT kepala Bapenda Jatim ini.

Seperti diketahui, berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2019, masih terdapat 344 desa tertinggal di Jatim, dan berkat kerja bersama Pemprov Jatim dengan para Bupati yang daerahnya masih memiliki desa tertinggal waktu itu, telah berhasil mengentaskan desa tertinggal di Jatim.

Pada 2020 ini desa tertinggal dan sangat tertinggal di Jatim hanya tinggal tiga desa yaitu dua desa tertinggal dan satu desa sangat tertinggal yang tenggelam oleh lumpur Lapindo di Kabupaten Sidoarjo. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.