Tanggapan Dito Terkait Pemusnahan Puluhan Juta Ton Cabai

Yovie Wicaksono - 23 November 2020
Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono turut prihatin dengan nasib para petani cabai yang harus kehilangan puluhan juta ton hasil produksi tanamannya.

Menurutnya, kejadian yang dialami oleh para petani cabai ini berlangsung ketika diberlakukan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah beberapa waktu lalu.

“Puluhan juta ton harus dimusnahkan, karena kondisi PSBB kemarin di sejumlah kota besar seperti Surabaya, Jakarta dan sebagainya. Mau tidak mau distribusi cabai akhirnya terhambat. Sedangkan kita punyai suplai pertahun itu 180 juta,” ujar pemuda berusia 28 tahun ini, Senin (23/11/2020).

Pria yang akrab disapa Dito ini menambahkan, seharusnya disaat distribusi terhambat, Pemerintah Kabupaten Kediri bisa langsung turun tangan melakukan  diversifikasi produk.

“Entah itu harus dijadikan cabai olahan, cabai bubuk dan sebagainya,” pungkas Dito.

Selain persoalan pendistribusian yang terhambat terkait PSBB, belakangan diketahui bahwa pabrikan besar tidak mau menyerap hasil produksi petani cabai yang proses tanamnya menggunakan pupuk kimia.

“Persoalannya pabrikan besar itu tidak menginginkan untuk menggunakan cabai dengan cabai yang diberikan pupuk kimia.  Makanya kita sampaikan, bahwa satu satunya solusi kita tetap menanam cabai, tapi kita lakukan dengan pupuk organik,” ujarnya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.